Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Mbay, RakyatNTT.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan satuan pendidikan yang terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendapat prioritas dalam program revitalisasi satuan pendidikan.
Kepastian tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Nagekeo, Senin (24/8/2026).
Program revitalisasi menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memulihkan sarana dan prasarana pendidikan yang mengalami kerusakan akibat gempa, sekaligus memastikan kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara aman.
Sekolah Terdampak Gempa jadi Prioritas Revitalisasi
Abdul Mu’ti mengatakan Kemendikdasmen saat ini terus melakukan pendataan terhadap satuan pendidikan yang terdampak gempa di Flores.
Pendataan dilakukan untuk mengetahui tingkat kerusakan setiap sekolah sekaligus menghitung kebutuhan penanganan. Data tersebut nantinya menjadi dasar pemerintah menentukan sekolah yang akan mendapatkan dukungan melalui program revitalisasi.
“Kami juga memberikan bantuan prioritas untuk sekolah-sekolah yang terdampak untuk mendapatkan revitalisasi tahun 2026,” ujar Abdul Mu’ti saat berada di SDK Rowa.
Setelah proses pendataan, verifikasi, dan validasi selesai, Kemendikdasmen akan menyiapkan dokumen yang diperlukan untuk pelaksanaan pembangunan.
Tahapan tersebut akan dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara pihak terkait.
Pembangunan dapat dimulai setelah dana Anggaran Belanja Tambahan (ABT) tahap kedua untuk program revitalisasi sekolah masuk dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan dana disalurkan kepada sekolah.
“Nanti setelah ada verifikasi dan validasi, akan ada perjanjian kerja sama, dan setelah semuanya clear, akan dimulai pembangunannya,” jelas Abdul Mu’ti.
Kemendikdasmen Salurkan Bantuan ke Nagekeo dan Ngada
Selain menyiapkan program revitalisasi, Kemendikdasmen juga menyalurkan bantuan awal bagi satuan pendidikan dan warga sekolah yang terdampak gempa di Kabupaten Nagekeo dan Ngada.
Bantuan tersebut berupa berbagai kebutuhan dasar untuk mendukung aktivitas warga sekolah di tengah kondisi pascabencana.
Bantuan yang disalurkan meliputi:
- 9.400 buku nonteks
- 495 school kit
- 30 family kit
- 1.000 kaos
- 1.650 paket makanan
Selain bantuan logistik, pemerintah juga menyiapkan dana tunai berbentuk voucher sebesar Rp860 juta untuk mendukung kebutuhan di 61 sekolah.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu sekolah dan warga sekolah melewati masa tanggap darurat sekaligus mendukung pemulihan kegiatan pendidikan.
Mendikdasmen: Pemulihan Sekolah Harus Dilakukan Bersama
Dalam kunjungannya, Abdul Mu’ti mengajak seluruh pihak untuk tetap optimistis menghadapi dampak gempa yang terjadi di Flores.
Menurutnya, pemulihan pascabencana tidak hanya membutuhkan intervensi pemerintah, tetapi juga kerja sama seluruh elemen masyarakat.
“Kita tetap optimis dan semangat bahwa semua musibah dan bencana ini dapat kita atasi bersama. Saat ini yang terpenting adalah kita saling bekerja sama, saling mendukung, dan bersama-sama memulihkan kondisi setelah bencana ini,” tutur Abdul Mu’ti.
Pemerintah terus berupaya memastikan kebutuhan pendidikan di wilayah terdampak dapat dipenuhi secara bertahap.
Pemulihan sarana pendidikan menjadi penting agar anak-anak tidak kehilangan hak memperoleh pendidikan meskipun daerah mereka sedang menghadapi situasi bencana.
Sekolah Berharap Bangunan Tahan Gempa
Rencana revitalisasi mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Kepala SDK Rowa, Agustina Kabha, mengatakan dukungan pemerintah sangat berarti untuk memulihkan sarana dan prasarana pendidikan yang terdampak gempa.
Menurutnya, pembangunan kembali sekolah bukan hanya menyangkut perbaikan bangunan, tetapi juga berkaitan dengan rasa aman dan kenyamanan para siswa.
“Terima kasih kepada Pak Presiden dan Pak Menteri, yang akan membangun kembali sekolah kami. Kami berharap struktur bangunannya nanti tahan gempa sehingga murid tidak lagi trauma dan belajar dengan nyaman,” ujarnya.
Revitalisasi sekolah diharapkan menghasilkan bangunan pendidikan yang lebih aman dan mampu memberikan perlindungan lebih baik bagi siswa serta tenaga pendidik ketika terjadi bencana.
Dengan adanya pendataan, bantuan awal, serta rencana revitalisasi, pemerintah menargetkan proses pemulihan sektor pendidikan di wilayah terdampak gempa Flores dapat berjalan secara bertahap dan terukur. (rnc15)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan