Ruteng, RakyatNTT.ID — Tim relawan Universitas Katolik Indonesia (UNIKA) Santu Paulus Ruteng telah memberikan pelayanan kesehatan kepada sedikitnya 655 pasien di sejumlah wilayah terdampak gempa Flores selama dua hari, 19-20 Agustus 2026.

Relawan UNIKA Santu Paulus Ruteng bekerja bersama tim medis Caritas untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan, termasuk warga di wilayah yang aksesnya tidak mudah dijangkau.

Pelayanan tersebut merupakan bagian dari gerakan Posko Tanggap Darurat dan Solidaritas Gempa UNIKA Santu Paulus Ruteng. Untuk memperluas jangkauan, relawan dibagi menjadi dua tim medis yang bergerak secara bersamaan ke sejumlah lokasi.

Iklan

Dua Tim Medis Bergerak Layani Warga

UNIKA mengerahkan lima relawan untuk bergabung dalam pelayanan medis bersama Caritas Keuskupan Ruteng.

Tim A terdiri dari Ibu Putri Raden, Lino yang merupakan mahasiswa Program Studi Keperawatan, Romo Pepi Bora, serta dokter Caritas dr. Juanli RFP, AWP yang juga menjadi koordinator tim relawan.

Sementara Tim B terdiri dari Ibu Yeyen, Aldo yang merupakan mahasiswa Keperawatan, serta dokter dan suster psikolog dari Caritas.

Pembagian tim tersebut memungkinkan pelayanan kesehatan dilakukan secara bersamaan di lokasi berbeda.

Pada hari pertama, Rabu (19/8/2026), Tim A bergerak ke Robek dan melayani 117 pasien. Pada waktu yang sama, Tim B memberikan pelayanan kesehatan di Desa Nggorang dengan jumlah 118 pasien.

Dengan demikian, total pelayanan pada hari pertama mencapai 235 pasien.

Hari Kedua, 420 Pasien Mendapat Pelayanan

Jangkauan pelayanan diperluas pada Kamis (20/8/2026). Tim A bergerak menuju Dusun Gincu, Dusun Ojang, dan Paralando.

Di tiga wilayah tersebut, Tim A memberikan pelayanan kepada total 243 pasien.

Sementara Tim B bergerak ke Dusun Raja Bawang dan Dusun Gongger. Sebanyak 177 pasien mendapatkan pelayanan dari tim tersebut.

Dengan demikian, pelayanan kesehatan pada hari kedua mencapai 420 pasien.

Jika digabungkan dengan pelayanan hari pertama, dua tim medis UNIKA Santu Paulus Ruteng bersama Caritas telah melayani sedikitnya 655 pasien dalam dua hari.

Jumlah tersebut menggambarkan besarnya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat setelah gempa yang mengguncang wilayah Flores.

Relawan tidak hanya memberikan pelayanan di lokasi yang mudah dijangkau, tetapi juga bergerak ke wilayah yang membutuhkan kehadiran tenaga kesehatan secara langsung.

Pelayanan Berlanjut ke Wilayah Lain

Pelayanan kesehatan tidak berhenti setelah dua hari pertama. Pada hari ketiga, Tim B kembali bergerak lebih awal dengan membawa persediaan obat-obatan yang masih tersedia.

Tim tersebut menuju Dusun Bea Ri’i dan Dusun Kadung untuk melanjutkan pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Tim A masih menunggu tambahan obat-obatan dari UNIKA Santu Paulus Ruteng. Setelah persediaan tersedia, tim tersebut dijadwalkan bergerak menuju Dusun Bajak.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan pelayanan selama kebutuhan masyarakat terdampak bencana masih tinggi.

Mahasiswa Keperawatan Turut Terjun ke Lapangan

Keterlibatan mahasiswa Program Studi Keperawatan dalam pelayanan medis juga memberikan pengalaman nyata bagi mereka untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan.

Di tengah situasi bencana, mahasiswa bekerja bersama dokter, tenaga kesehatan, relawan, dan Caritas untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Rektor UNIKA Santu Paulus Ruteng, Dr. Agustinus Manfred Habur, Lic., theol., mengatakan keterlibatan kampus dalam penanganan bencana merupakan bagian dari tanggung jawab kemanusiaan perguruan tinggi.

“Kampus tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan, tetapi juga menggerakkan sumber daya yang dimiliki untuk membantu masyarakat ketika menghadapi bencana,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para relawan, mahasiswa, dosen, tenaga kesehatan, Caritas, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelayanan di lapangan.

Menurutnya, perguruan tinggi harus hadir dan mengambil bagian ketika masyarakat menghadapi situasi sulit akibat bencana.

“Dalam situasi bencana seperti ini, kampus tidak boleh berdiri jauh dari masyarakat. Ilmu pengetahuan, tenaga, sumber daya, dan seluruh kekuatan yang kita miliki harus kita hadirkan untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak,” jelasnya.

Ia menegaskan UNIKA Santu Paulus akan terus bergerak bersama masyarakat, pemerintah, Gereja, Caritas, dan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap kemanusiaan.

UNIKA Pastikan Solidaritas Terus Bergerak

Posko Tanggap Darurat dan Solidaritas Gempa UNIKA Santu Paulus Ruteng terus mengoordinasikan pelayanan berdasarkan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Selain pelayanan kesehatan, posko juga mengembangkan berbagai bentuk dukungan kemanusiaan bagi warga yang terdampak gempa.

Rektor menegaskan pelayanan tersebut merupakan bagian dari semangat solidaritas UNIKA Santu Paulus Ruteng untuk mendampingi masyarakat selama masa pemulihan.

“Kita hadir untuk melayani, kita bergerak dalam solidaritas, dan kita berjalan bersama masyarakat untuk bangkit kembali. Kita satu, kita kuat,” ungkapnya.

Pelayanan terhadap 655 pasien dalam dua hari menjadi salah satu wujud nyata keterlibatan UNIKA Santu Paulus Ruteng dalam penanganan dampak gempa Flores.

Melalui kolaborasi relawan, mahasiswa, tenaga kesehatan, Caritas, dan berbagai pihak, UNIKA terus mengambil bagian dalam membantu masyarakat melewati masa tanggap darurat sekaligus mendukung proses pemulihan di wilayah terdampak. (*/rnc)