Konsolidasi tersebut juga diharapkan memperkuat koordinasi antara relawan, mitra, dan pemangku kepentingan yang terlibat dalam pelaksanaan program.

Hingga saat ini, program MBG disebut telah menjangkau 63.520.178 penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Seiring dengan semakin luasnya cakupan program, Badan Gizi Nasional (BGN) terus melakukan pembenahan, termasuk perapihan data, refocusing, dan percepatan perbaikan tata kelola.

Iklan

Qodari: Mitra adalah Sahabat BGN

Sebagai bagian dari upaya pengawalan program sejak awal, Dewan Pembina MBG telah melakukan koordinasi langsung dengan Kepala BGN Sudaryono.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk menyampaikan sejumlah masukan strategis berdasarkan pengalaman dan temuan yang diperoleh dari lapangan.

Salah satu poin yang ditekankan adalah pentingnya membangun hubungan yang kuat antara BGN dan para mitra pelaksana program.

“Mitra adalah sahabat BGN, bukan musuh. Tanpa mitra, tidak ada kegiatan MBG karena para mitralah yang menyiapkan infrastruktur di lapangan,” tegas Qodari.

Menurutnya, keberhasilan program berskala nasional membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Pemerintah, mitra pelaksana, relawan, dan masyarakat perlu ditempatkan sebagai bagian dari satu ekosistem untuk memastikan program berjalan efektif.

BGN Prioritaskan 1.700 SPMBG di Wilayah 3T

Dalam upaya memperluas pemerataan manfaat, BGN disebut memprioritaskan pembangunan 1.700 Satuan Pelayanan MBG (SPMBG) di wilayah 3T, yakni daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.