Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Mengutip pesan Bunda Teresa, Prof. Jefri mengingatkan bahwa kontribusi besar dapat dimulai dari pekerjaan sederhana yang dilakukan dengan ketulusan.
“Tidak semua dari kita dapat melakukan hal-hal besar, tetapi kita semua dapat melakukan hal-hal kecil dengan cinta yang besar. Setiap surat yang diproses, setiap layanan yang diberikan dengan tulus, adalah wajah pertama lembaga ini di mata mereka yang membutuhkan,” katanya.
Menurutnya, pekerjaan administratif yang sering kali tidak terlihat justru menjadi bagian penting dalam membentuk pengalaman mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan maupun masyarakat ketika berinteraksi dengan Undana.
Ajaran Agama jadi Kompas Moral
Prof. Jefri juga mengingatkan jajaran yang dilantik untuk menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman moral dalam menjalankan amanah.
Ia menyinggung konsep itsar dalam tradisi Islam, yakni mendahulukan kepentingan orang lain, serta ajaran Kristiani mengenai pentingnya iman yang diwujudkan melalui perbuatan.
“Ini dua hal yang harusnya menjadi kompas moral bagi kita ketika kita melayani Undana,” ungkapnya.
Menurutnya, nilai moral tersebut penting untuk dijadikan pegangan ketika pejabat menghadapi pujian, kritik, tekanan maupun keputusan yang tidak selalu populer.
Undana Disebut sebagai Public Good
Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menegaskan perubahan posisi Undana sebagai perguruan tinggi yang memiliki tanggung jawab besar kepada masyarakat NTT.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan