Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Setelah PKS ditandatangani, pihak perusahaan akan melakukan pemetaan terhadap lahan yang telah memiliki kesepakatan kerja sama. Pemetaan tersebut akan menjadi dasar penyusunan rencana teknis pembangunan tambak garam.
“Rencana teknis ini nanti ada tim khusus yang datang. Tim khusus ini adalah tim lanjutan setelah sebelumnya sudah ada tim yang datang dan secara keseluruhan lahan, kami sudah ambil koordinat, tapi nanti kita akan cross check kembali koordinat dan lahan-lahan yang pemiliknya sudah menandatangani PKS hari ini itu yang akan kita lanjutkan pekerjaan fisiknya,” ujar Lay.
Ia menjelaskan, material pendukung untuk pembangunan tambak garam juga mulai dipersiapkan. Sejumlah material seperti geomembran, peralatan pengeboran, dan material lainnya telah dikirim dari Batam menuju TTU.
Untuk tahap awal atau cluster pertama, lahan yang akan dikembangkan mencapai sekitar 30 hektare.
“Cluster pertama yang sudah PKS pada hari ini, luas lahannya mencapai 30 hektare. Kita akan terus berkoordinasi dengan pemilik lahan lainnya untuk pengembangan lebih luas ke depan,” katanya.
Investasi Tak Hanya Tambak Garam
Staf Khusus Bupati TTU Bidang Hubungan Masyarakat, Pembangunan dan Investasi, Elias Koa, mengapresiasi komitmen PT Blue Ocean Salt yang bersedia menanamkan modal di Kabupaten TTU.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan