Menurutnya, penanganan masyarakat terdampak bencana tidak hanya dilakukan di lokasi pengungsian yang mudah dijangkau.

Jajaran Polda NTT juga terus melakukan penyisiran dan menjangkau masyarakat yang berada di wilayah sulit diakses akibat longsor, jalan terputus, maupun kondisi medan yang berat.

Polri Tembus 12 Lokasi Terisolasi

Sejak hari-hari pertama setelah gempa, personel Polri di bawah koordinasi Kapolda NTT telah dikerahkan untuk mendistribusikan bantuan ke sejumlah wilayah yang terisolasi.

Iklan

Personel membawa makanan, minuman, sembako dan obat-obatan. Selain mendistribusikan bantuan, petugas juga memberikan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.

Sedikitnya terdapat 12 lokasi terisolasi yang menjadi sasaran penjangkauan Polri, yakni:

  • Satar Kampas
  • Reo
  • Dimpong
  • Pulau Palue
  • Tendakinde
  • Nioniba
  • Pulau Longgos
  • Urang
  • Galo Mangu
  • Wajomara
  • Tango Bali
  • Landor

Untuk mencapai lokasi tersebut, personel harus menempuh perjalanan selama berjam-jam dengan kondisi medan yang tidak mudah.

Sebagian personel menggunakan kapal dan berjalan kaki. Sementara bantuan lainnya dikirim melalui udara menggunakan helikopter Polri.

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan kemanusiaan tidak hanya berhenti di wilayah yang mudah dijangkau, tetapi juga dapat diterima masyarakat yang berada di daerah terpencil dan terisolasi.

Bawa Bantuan Pokok hingga Layanan Kesehatan

Di lokasi-lokasi terisolasi, personel Polri membawa berbagai kebutuhan pokok masyarakat.