Mbay, RakyatNTT.ID – Sejumlah pengungsi yang menempati Posko Utama Paroki Yesus Kerahiman Ilahi (YKI) Aeramo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih membutuhkan bantuan dan perhatian pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Para pengungsi mengaku masih membutuhkan sejumlah kebutuhan dasar yang hingga kini belum mereka terima. Kebutuhan tersebut antara lain selimut, tikar, minyak telon, popok bayi, makanan instan, sabun cuci, serta susu untuk anak, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Sebagian pengungsi di posko tersebut merupakan warga Desa Nangadhero, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Mereka memilih bertahan di pengungsian setelah gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026.

Iklan

Empat Hari di Pengungsian, Warga Baru Terima Beras, Mie dan Air

Salah seorang warga Desa Nangadhero, Mantili, mengatakan selama empat hari berada di pengungsian, bantuan yang diterima warga menurutnya masih terbatas pada beras, mie dan air.

“Banyak yang kami belum terima, Pak. Yang kami terima di posko utama seperti air, mie dan beras. Itu pun kami makan di dapur umum,” ujar Mantili, Selasa (18/8/2026).

Menurut Mantili, sejumlah kebutuhan yang paling mendesak saat ini justru berkaitan dengan kenyamanan dan kesehatan keluarga, terutama anak-anak dan ibu hamil.