“Desain dan dekorasi panitia serasa seperti Bible Museum di USA,” ungkap staf LAI di Jakarta melalui WhatsApp.

Apresiasi serupa disampaikan Kurator Museum LAI, Anas, yang turut melayani sepanjang kegiatan Pekan Alkitab.

Ia menggambarkan tingginya energi dan antusiasme masyarakat Kota Kupang selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

“Pekan Alkitab Kupang benar-benar fly to the moon. Energi saya rasanya sampai di batas maksimal. Mungkin beginilah rasanya ketika Tuhan Yesus melayani dan mengajar lebih dari lima ribu orang dari pagi hingga malam,” ujarnya.

Diharapkan jadi Gerakan Berkelanjutan

Keberhasilan penyelenggaraan Pekan Alkitab pertama di Kota Kupang diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

Panitia berharap kegiatan tersebut menjadi awal dari gerakan berkelanjutan untuk membangun kecintaan terhadap Firman Tuhan sekaligus memperkuat pewarisan iman dari satu generasi kepada generasi berikutnya.

Pesan tersebut sejalan dengan tema Pekan Alkitab yang mengambil dasar dari Mazmur 78:3–4, yang menekankan pentingnya setiap generasi menceritakan karya-karya Tuhan kepada generasi setelahnya.

Dengan tingginya partisipasi masyarakat, khususnya anak-anak, remaja dan pemuda, Pekan Alkitab perdana di Kota Kupang menjadi momentum penting untuk membangun generasi yang diharapkan semakin mengenal, memahami dan hidup berakar dalam Firman Tuhan. (*/rnc)