Dampak psikologis tersebut kemudian berpengaruh langsung terhadap kehidupan ekonomi warga. Karena masih bertahan di tenda, sebagian warga kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk bekerja dan mencari nafkah.

“Kami merasa sangat bersyukur Partai Perindo turut mengambil bagian dalam duka yang kami alami. Saat ini kami tidak bisa ke mana-mana untuk mencari nafkah dan hanya bertahan di tenda masing-masing,” ucapnya.

105 Orang Meninggal, 179 Ribu Mengungsi

Kondisi di Manggarai menjadi bagian dari dampak luas gempa Flores yang mengguncang sejumlah wilayah di NTT.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tercatat 105 orang meninggal dunia, 1.678 orang luka-luka, dan 179.037 orang mengungsi.

Kerusakan juga meluas. Sebanyak 81.436 rumah dan 1.951 fasilitas umum, termasuk sekolah, tempat ibadah, serta kantor pemerintahan, mengalami kerusakan.

Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur menjadi dua wilayah yang mengalami dampak cukup parah akibat bencana tersebut.

Pemulihan Infrastruktur jadi Kunci

Di tengah kondisi warga yang masih diliputi trauma, penanganan pascagempa dinilai tidak cukup hanya dengan memenuhi kebutuhan pangan di lokasi pengungsian.

Pemulihan infrastruktur menjadi langkah penting agar masyarakat memiliki kepastian untuk kembali ke rumah dan menjalankan aktivitas ekonomi.