Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Bantuan yang disalurkan terdiri dari 450 karung beras masing-masing lima kilogram atau total 2,25 ton, 450 dus air mineral, 450 papan telur dengan berat sekitar 800 kilogram, serta 150 dus mi instan.
Ferry mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang masih menghadapi situasi sulit pascagempa.
“Kami berempati dan bersimpati terhadap masyarakat terdampak, dan Partai Perindo hadir memberikan bantuan sebagai tanda kasih atas kondisi yang dialami masyarakat di Flores, NTT, khususnya di Kabupaten Manggarai,” ujarnya.
Bagi warga, bantuan kebutuhan pokok menjadi sangat berarti karena aktivitas ekonomi belum kembali normal.
Warga Belum Berani Kembali Bekerja
Perwakilan warga Desa Compang Ndehes, Sabinus Mustaram, mengatakan rasa takut mulai muncul sejak gempa pertama mengguncang wilayah tersebut pada pukul 05.58 WITA.
Ketakutan semakin kuat setelah gempa susulan terjadi. Kondisi itu membuat masyarakat memilih meninggalkan rumah untuk sementara dan tidur di tenda pengungsian.
“Rasa takut dan trauma muncul ketika terjadi gempa susulan. Itulah yang membuat masyarakat di Ndehes masih tidur di tenda pada malam hari. Rumah yang mereka tinggali ditinggalkan sementara karena takut gempa susulan,” tutur Sabinus.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan