Mbay, RakyatNTT.ID – Sepuluh hari setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), ribuan warga masih bertahan di tenda-tenda pengungsian.

Kondisi tersebut mendorong DPD Partai Hanura Provinsi NTT bersama DPC Partai Hanura Kabupaten Nagekeo bergerak menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak gempa.

Bantuan menyasar sejumlah titik pengungsian di Kabupaten Nagekeo, terutama warga yang masih membutuhkan dukungan karena kehilangan tempat tinggal atau mengalami kerusakan rumah akibat gempa.

Iklan

Para pengungsi yang masih bertahan terdiri dari orang dewasa, anak-anak, ibu hamil hingga bayi yang membutuhkan perhatian dan pelayanan selama masa tanggap darurat.

Hanura Salurkan Rendang dan Obat-obatan

Bantuan tahap awal yang disiapkan Partai Hanura berupa logistik makanan berupa rendang siap saji untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga di posko pengungsian.

Selain makanan, Hanura juga menyiapkan bantuan obat-obatan bagi warga terdampak yang mengalami gangguan kesehatan selama berada di tenda pengungsian.

Ketua DPD Hanura NTT sekaligus Anggota DPRD NTT dan Pimpinan Komisi III, Drs. Refafi Gah, mengatakan bantuan tersebut mungkin belum mampu menjawab seluruh kebutuhan masyarakat terdampak.

Namun, kehadiran Hanura di tengah warga diharapkan menjadi pesan bahwa masyarakat yang sedang menghadapi bencana tidak sendirian.

“Kami akan terus mendampingi dan membantu bukan hanya saat menyalurkan bantuan, tapi sampai rumah mereka berdiri kembali dan kehidupan mereka berjalan normal,” kata Refafi.

Ia juga mengimbau agar bantuan kemanusiaan disalurkan langsung kepada warga yang membutuhkan tanpa melalui perantara yang berbelit-belit.

Menurutnya, distribusi langsung penting agar bantuan dapat menjangkau seluruh keluarga terdampak, termasuk masyarakat yang berada di wilayah terpencil.

Bantuan akan Menjangkau Setiap Kecamatan di Nagekeo

Refafi mengatakan DPD Hanura NTT bersama DPC dan PAC Hanura akan mempercepat penyaluran sembako serta kebutuhan obat-obatan kepada korban gempa yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Nagekeo.

Distribusi akan memanfaatkan struktur partai yang berada di wilayah Nagekeo sehingga bantuan dapat langsung diarahkan ke posko pengungsian.

“Melalui jalur Partai Hanura yang ada di Nagekeo, bantuan ini akan didistribusikan langsung ke posko pengungsian dengan prioritas wilayah terpencil dan warga terdampak lainnya,” ujarnya.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan bantuan, terutama bagi warga yang belum memperoleh pelayanan atau bantuan secara maksimal dari berbagai pihak.

3,6 Ton Rendang Disiapkan untuk Pengungsi

Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Nagekeo, Isidorus Goa, menjelaskan total logistik berupa randang yang tersedia mencapai 3,6 ton.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 2 ton diserahkan kepada Pemerintah Daerah Provinsi NTT untuk selanjutnya didistribusikan ke kabupaten terdampak.

Sementara itu, sebanyak 1,6 ton dialokasikan Partai Hanura untuk disalurkan langsung kepada masyarakat terdampak gempa di Nagekeo.

Selain randang, Hanura juga menyiapkan bantuan obat-obatan sebanyak 2,5 ton.

Namun, bantuan obat-obatan tersebut tidak akan dibagikan secara sembarangan. Penyalurannya akan menunggu pendampingan tenaga kesehatan untuk memastikan jenis dan penggunaan obat sesuai dengan kebutuhan warga.

“Untuk obat-obatan sebanyak 2,5 ton masih menyusul. Dan untuk obat-obatan ini tidak bisa kami bagi saja, tapi menunggu tenaga kesehatan yang lebih tahu tentang penggunaan obat-obatan ini,” jelas Isidorus.

Ia menambahkan, bantuan untuk Pemerintah Kabupaten Nagekeo telah disalurkan. Selanjutnya, distribusi bantuan akan diperluas melalui jaringan organisasi Partai Hanura.

Struktur Hanura Dikerahkan Percepat Distribusi

Untuk mempercepat distribusi logistik, Isidorus yang juga Anggota DPRD Kabupaten Nagekeo Fraksi Hanura mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan seluruh struktur partai, mulai dari DPC, PAC hingga ranting di setiap kecamatan.

Jaringan tersebut akan dimanfaatkan untuk memetakan warga terdampak sekaligus memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Isidorus berharap bantuan yang disalurkan, meski masih terbatas, dapat sedikit meringankan beban masyarakat Nagekeo yang terdampak gempa.

Terutama bagi warga yang hingga kini belum mendapatkan pelayanan maupun bantuan secara maksimal.

“Semoga tangan kami bisa menjangkau sampai ke orang-orang yang belum tersentuh bantuan ini,” ujarnya.

Hanura Janji Terus Bergerak hingga Pemulihan

Isidorus menegaskan bantuan yang disalurkan saat ini baru merupakan tahap pertama. Bantuan lanjutan berupa obat-obatan dan sembako akan kembali disalurkan kepada masyarakat terdampak.

Menurutnya, jajaran Hanura mulai dari DPD, anggota DPRD Provinsi NTT hingga DPRD Kabupaten Nagekeo telah bergerak sejak awal gempa pada 15 Agustus 2026.

Gerakan kemanusiaan tersebut akan terus dilanjutkan selama masyarakat masih membutuhkan dukungan dalam menghadapi dampak bencana.

“Ini bantuan baru tahap pertama, artinya masih ada tahap berikutnya seperti obat-obatan dan sembako. Partai Hanura mulai dari DPD, Anggota DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten sudah mulai bergerak sejak awal gempa 15 Agustus lalu, dan kami akan terus berkomitmen dan setia melayani dengan hati nurani hingga pemulihan selesai,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Paulinus Yohanes Nuwa Veto mengatakan bahwa bantuan Partai Hanura merupakan bantuan kemanusiaan untuk meringankan beban masyarakat yang terkena bencana gempa bumi.

“Apa yang bisa kami lakukan untuk masyarakat korban bencana kami lakukan. Meskipun kecil, namun bisa memberikan manfaat agar masyarakat bisa kembali bangkit dan memulai membangun kehidupan yang baru dan normal di tengah situasi bencana ini,” kata Paulinus.

Bagi masyarakat Nagekeo yang masih bertahan di pengungsian, bantuan tersebut bukan sekadar kebutuhan logistik. Kehadiran relawan dan organisasi yang datang langsung ke posko juga menjadi dukungan moral agar warga tetap kuat menghadapi masa sulit hingga proses pemulihan pascagempa selesai. (rnc15)