Meski memiliki bentuk bodi yang menyerupai kotak dengan sudut-sudut tajam, kendaraan tersebut tetap dirancang agar memiliki karakter aerodinamika yang baik.

“Contohnya dari eksterior, walaupun kita membuat body yang layaknya kotak dipahat dengan sudut-sudut yang tajam, kita tetap memperhitungkan aerodinamis dari mobil ini,” ujar Ryan.

Omoda O4 diklaim memiliki coefficient drag sekitar 0,29. Angka tersebut disebut masih mendukung efisiensi meskipun kendaraan mengusung desain crossover dengan karakter bodi yang tegas.

“Jadi, aerodinamis dari OMODA O4 ini sekitar 0,29 coefficient drag, jadi ini masih cukup aerodinamis untuk sebuah crossover yang lumayan tinggi di segmen ini,” katanya.

Sekali Isi Daya, Jarak Tempuh di Atas 550 Km

Selain desain dan teknologi, efisiensi menjadi salah satu aspek yang ditawarkan Omoda O4.

Mobil listrik tersebut diklaim mampu memiliki jarak tempuh lebih dari 550 kilometer.

“Sehingga ini membuat efisiensi dan jarak tempuhnya masih sangat cukup untuk customer di Indonesia, karena range-nya masih di atas 550 km,” kata Ryan.

Klaim tersebut menjadi salah satu daya tarik Omoda O4 di tengah kebutuhan konsumen Indonesia terhadap kendaraan listrik yang tidak hanya menawarkan desain modern, tetapi juga kemampuan jelajah yang memadai untuk penggunaan sehari-hari maupun perjalanan jarak jauh.