Perhatian terhadap persoalan pertanian Alor salah satunya bermula dari aspirasi seorang mahasiswa asal Alor, Adriano Padama, yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Diponegoro (Undip).

Dalam sebuah kesempatan ketika Mentan Amran menyampaikan pidato di kampus tersebut, Adriano menyampaikan aspirasi mengenai kondisi masyarakat Alor.

Ia menyuarakan berbagai kebutuhan daerah kepulauan tersebut, terutama persoalan pangan, pembangunan pertanian, bibit, sarana produksi, hingga berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat petani di Alor.

Iklan

Aspirasi tersebut kemudian mendapat perhatian Menteri Pertanian.

Beberapa waktu berselang, Mentan Amran akhirnya datang langsung ke Alor untuk melihat kondisi masyarakat sekaligus meninjau potensi pertanian daerah tersebut.

Kehadiran Mentan yang didampingi Wakil Gubernur NTT menjadi momentum yang mempertemukan aspirasi seorang mahasiswa dengan kondisi nyata masyarakat di lapangan.

“Adriano sudah menuntun Bapak Menteri untuk datang ke Alor,” ujar Wakil Gubernur NTT.

Menurut Johni, kisah tersebut menunjukkan bahwa anak-anak NTT yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah dapat menjadi jembatan untuk membawa persoalan daerah hingga ke tingkat nasional.

“Ini adalah bukti bahwa suara anak-anak Alor, suara anak-anak NTT, bisa didengar sampai ke tingkat pemerintah pusat,” ungkapnya.

Bantuan Beras untuk Keluarga Miskin

Rangkaian kunjungan Mentan Amran bersama Wakil Gubernur NTT kemudian dilanjutkan ke Desa Lembur Barat.