Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – KSP Kopdit Swasti Sari melakukan pergantian pucuk manajemen. Marselus Thobias Gero Tapobali resmi ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) General Manager untuk memimpin manajemen koperasi tersebut dalam masa penataan internal.
Pelantikan berlangsung di Aula KSP Kopdit Swasti Sari Oeba, Kota Kupang, Jumat (21/8/2026), dan dihadiri Ketua Pengurus KSP Kopdit Swasti Sari Yohanes Sason Helan bersama jajaran pengurus dan pengawas periode 2026–2028.
Dalam struktur baru sementara tersebut, Martinus Daton Iker juga dipercaya sebagai Plt. Wakil General Manager.
Imelda Anin dan Kasmirus Kopong Diberhentikan
Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Pengurus KSP Kopdit Swasti Sari Nomor 001/SK-Peng/KSS/J/VIII/2026 tertanggal 5 Agustus 2026 dan SK Nomor 002/SK-Peng/KSS/J/VIII/2026 tertanggal 21 Agustus 2026.
Kedua keputusan tersebut mengatur pemberhentian Imelda Anin dari posisi General Manager dan Kasmirus Kopong dari jabatan Wakil General Manager.
Setelah itu, Marselus Thobias Gero Tapobali ditetapkan sebagai Plt General Manager dan Martinus Daton Iker sebagai Plt Wakil General Manager.
Keduanya kemudian mengucapkan sumpah dan janji jabatan yang dipandu Ketua Pengurus KSP Kopdit Swasti Sari bersama jajaran pengawas.
Dituntut Benahi Manajemen Koperasi
Ketua Pengurus KSP Kopdit Swasti Sari Yohanes Sason Helan mengatakan, pergantian tersebut membawa tugas besar bagi kedua pejabat pelaksana tugas.
Pasalnya, KSP Kopdit Swasti Sari saat ini memiliki lebih dari 200 ribu anggota, sehingga penataan manajemen menjadi pekerjaan penting yang harus segera dilakukan.
Yohanes mengatakan pembenahan diperlukan setelah koperasi sempat menghadapi polemik internal terkait pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT).
Menurutnya, prinsip demokrasi koperasi harus tetap menjadi landasan dalam setiap pengambilan keputusan. Anggota sebagai pemilik koperasi harus mendapatkan ruang untuk menyampaikan aspirasi.
“Hak anggota berbicara dan memberikan saran itu dalam lembaga ini adalah 90 persen, karena lembaga ini adalah benar-benar mandiri dari kumpulan orang-orang yang 80 persen adalah berpenghasilan di bawah standar,” kata Yohanes.
Manajemen Diminta Pulihkan Kepercayaan Anggota
Yohanes juga meminta jajaran manajemen baru mengembalikan kepercayaan anggota dan karyawan yang dinilai sempat terganggu akibat polemik internal.
Ia mengingatkan agar manajemen tidak membangun kelompok-kelompok kepentingan di dalam koperasi.
“Rangkul semua manajemen, tidak boleh buat kotak-kotak,” tegasnya.
Menurut Yohanes, penyatuan kembali seluruh unsur manajemen menjadi penting agar koperasi dapat kembali bekerja secara efektif dan memberikan pelayanan terbaik kepada anggota.
Tiga Bulan Cari General Manager Definitif
Selain menata manajemen, kedua Plt juga diberi target untuk mempersiapkan kepemimpinan definitif.
Yohanes memberikan waktu tiga bulan kepada Marselus dan Martinus untuk menjalankan tugas sekaligus mempersiapkan sosok General Manager dan Wakil General Manager definitif.
Dalam masa tersebut, pembenahan internal juga diarahkan pada persoalan Sisa Hasil Usaha (SHU) dan pembagian hak pemilih.
Manajemen diminta menelusuri serta memperbaiki berbagai persoalan yang berkaitan dengan SHU sebagai bagian dari upaya membangun kembali kepercayaan anggota dan publik.
Pengeluaran Harus Diperketat
Yohanes juga meminta manajemen baru melakukan efisiensi dengan menghindari pembiayaan yang tidak diperlukan.
Pengelolaan arus kas, belanja rutin hingga pembiayaan kredit harus dilakukan secara lebih ketat dan transparan.
Koordinasi dengan koperasi kredit di Indonesia juga diminta kembali diperkuat, dengan fokus pada kegiatan usaha yang berhubungan langsung dengan operasional KSP Kopdit Swasti Sari.
Kredit Anggota Tak Boleh Berdasarkan Kekerabatan
Persoalan pemberian kredit juga menjadi perhatian jajaran pengurus dan pengawas.
Yohanes menegaskan bahwa fasilitas kredit harus diberikan berdasarkan ketentuan yang berlaku, bukan karena hubungan keluarga atau kedekatan tertentu.
Ia meminta manajemen memastikan proses kredit berjalan adil dan tidak memberikan ruang bagi praktik yang berpotensi merugikan koperasi maupun anggota.
“Perketat arus kas, seperti belanja rutin, pemberian kredit kepada anggota. Jangan sampai kalian menggunakan keluarga untuk mendapatkan kredit, ini masalah di sini, jangan lagi,” tegas Yohanes.
Dengan pergantian tersebut, KSP Kopdit Swasti Sari kini memasuki fase penataan manajemen. Tantangan utama bagi jajaran Plt bukan hanya menjaga operasional koperasi, tetapi juga memulihkan kepercayaan lebih dari 200 ribu anggota sekaligus menyiapkan kepemimpinan definitif dalam tiga bulan ke depan. (rnc04)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan