BNPB mencatat sementara terdapat 1.915 fasilitas umum yang mengalami kerusakan.

Fasilitas yang terdampak mencakup sekolah, tempat ibadah, kantor pemerintahan, serta berbagai infrastruktur lainnya yang menunjang aktivitas masyarakat.

“Fasilitas umum data sementaranya, fasilitas umum adalah sekolah, tempat ibadah, kantor pemerintahan dan infrastruktur-infrastruktur lainnya ini ada 1.915 unit yang rusak,” ujar Suharyanto.

Iklan

BNPB Tegaskan Data Masih Terus Diperbarui

BNPB menegaskan seluruh angka tersebut merupakan data sementara. Pendataan dan verifikasi kerusakan serta dampak gempa masih terus dilakukan oleh pemerintah bersama unsur terkait di wilayah terdampak.

“Tentu saja ini data sementara, seiring berjalannya waktu data ini akan semakin lengkap,” tambah Suharyanto.

Pembaruan data diperlukan untuk memastikan penanganan korban, distribusi bantuan, perbaikan infrastruktur, serta proses pemulihan pascabencana dapat dilakukan berdasarkan kondisi riil di lapangan.

Dengan korban meninggal mencapai 100 orang, 1.603 orang luka-luka, 180.327 warga mengungsi, dan 73.818 rumah rusak, penanganan dampak gempa NTT masih menjadi pekerjaan besar bagi pemerintah dan seluruh unsur yang terlibat dalam penanggulangan bencana. (rnc)