Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Tim KKN-PPM UGM Alor Carita 2026 kemudian memperkenalkan abon ikan sebagai salah satu alternatif pengolahan.
Selain memiliki cita rasa yang berbeda, abon ikan dapat memiliki daya simpan lebih lama dibandingkan ikan segar. Produk tersebut juga berpotensi dikembangkan menjadi usaha rumahan apabila dikelola secara berkelanjutan.
Dengan demikian, program ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan variasi pangan keluarga, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk menciptakan produk lokal bernilai tambah.
Ikan Serea Dipilih karena Kaya Nutrisi
Ikan serea dipilih sebagai bahan utama karena merupakan salah satu jenis ikan yang banyak ditemukan di perairan sekitar Kecamatan Kabola.
Selain mudah diperoleh, ikan serea juga memiliki kandungan gizi yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
Ikan merupakan sumber protein hewani berkualitas dan mengandung asam lemak omega-3, termasuk EPA dan DHA. Ikan juga mengandung berbagai vitamin serta mineral penting, seperti kalsium, fosfor, zat besi, yodium, vitamin D, vitamin B12, dan selenium.
Kandungan tersebut menjadikan ikan sebagai salah satu sumber pangan yang penting dalam pemenuhan kebutuhan gizi keluarga.
Pemanfaatan ikan lokal dalam menu sehari-hari juga dinilai dapat menjadi bagian dari upaya pencegahan stunting, terutama jika dikombinasikan dengan pola makan bergizi seimbang dan pemenuhan kebutuhan nutrisi anak sesuai tahapan pertumbuhannya.
Ibu-Ibu Posyandu Ikuti Demonstrasi Pembuatan Abon
Dalam pelaksanaannya, Tim KKN-PPM UGM Alor Carita 2026 memberikan demonstrasi secara langsung kepada ibu-ibu peserta Posyandu Lakatuil I dan para kader.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan