Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
So’E, RakyatNTT.ID – Menjelang genap satu tahun berdiri pada 8 Agustus 2026, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Rakyat Indonesia (PRI) Nusa Tenggara Timur (NTT) memilih merayakan perjalanan organisasinya dengan cara yang berbeda.
Alih-alih menggelar seremoni di pusat kota, PRI NTT membawa momentum hari jadinya ke tingkat desa. Di Desa Mnelalete, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kamis (6/8/2026), konsolidasi organisasi dipadukan dengan kegiatan sosial dan penanaman bibit sawi putih.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya PRI NTT memperkuat struktur organisasi sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan yang menyentuh kebutuhan warga.
Kegiatan dihadiri Ketua DPD PRI NTT Vicoas Amalo, Sekretaris DPD PRI NTT Bunggati Umbu Weni, Bendahara DPD PRI NTT Andyos Manu, serta Ketua DPC PRI Kabupaten TTS Abdon I. Bonat Tafuli bersama jajaran pengurus partai.
Turut hadir Ketua DPD Perempuan Rakyat Indonesia (PERI) Provinsi NTT, Actry Mevy Amalo.
HUT Pertama PRI Diisi Kegiatan di Tengah Masyarakat
Menjelang peringatan satu tahun PRI pada 8 Agustus 2026, DPD PRI NTT memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat konsolidasi organisasi di daerah.
Namun, konsolidasi tidak hanya diarahkan pada penguatan internal partai. PRI NTT juga menggabungkannya dengan kegiatan sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, puluhan perempuan janda menerima bantuan sosial. Bantuan tersebut menjadi bagian dari kepedulian organisasi terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian.
Di sisi lain, pengurus PRI melakukan penanaman bibit sawi putih sebagai simbol sekaligus langkah awal mendorong pengembangan sektor hortikultura di Desa Mnelalete.
Penanaman tersebut dipilih karena wilayah TTS memiliki potensi pertanian yang cukup besar, khususnya komoditas hortikultura.
Ketua DPD PRI NTT Vicoas Amalo mengatakan peringatan hari jadi pertama PRI tidak ingin hanya diisi dengan kegiatan seremonial.
“Kami ingin momentum ini menjadi kesempatan untuk memperkuat organisasi sekaligus hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan yang dapat dirasakan manfaatnya,” ujar Vicoas.
PRI NTT Dorong Pertanian, Peternakan dan Perikanan
Vicoas mengatakan sektor pertanian menjadi salah satu perhatian PRI karena sebagian besar masyarakat pedesaan di NTT masih menggantungkan kehidupan pada sektor tersebut.
Karena itu, penanaman sawi putih diharapkan dapat menjadi bagian awal dari program pemberdayaan masyarakat yang nantinya dikembangkan secara lebih luas.
Menurutnya, pengembangan potensi ekonomi masyarakat tidak bisa dilakukan dengan pendekatan yang sama di setiap daerah. Program harus menyesuaikan dengan karakteristik serta potensi masing-masing wilayah.
Selain pertanian, PRI NTT juga berencana mendorong pengembangan sektor peternakan dan perikanan sesuai dengan potensi yang dimiliki setiap kabupaten.
Pendekatan tersebut diharapkan membuat program organisasi lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat dan tidak berhenti pada kegiatan simbolis.
Hortikultura jadi Kekuatan TTS
Ketua DPC PRI Kabupaten TTS, Abdon I. Bonat Tafuli, mengatakan pemilihan sawi putih sebagai bagian dari kegiatan memiliki alasan yang kuat.
Menurutnya, hortikultura merupakan salah satu sektor yang memiliki peran penting dalam perekonomian masyarakat TTS.
“Hortikultura merupakan salah satu kekuatan daerah ini. Kami berharap kegiatan ini menjadi pemicu agar masyarakat semakin terdorong mengembangkan sektor pertanian yang menjadi sumber penghidupan banyak keluarga,” katanya.
Abdon berharap kegiatan tersebut dapat menjadi momentum untuk meningkatkan perhatian terhadap sektor pertanian sekaligus mendorong masyarakat memanfaatkan potensi lahan yang tersedia.
Menurutnya, kegiatan pemberdayaan seperti penanaman bibit dapat dikembangkan lebih lanjut sehingga tidak hanya menjadi agenda satu kali, tetapi berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Konsolidasi PRI TTS Sudah Menjangkau Seluruh Kecamatan
Di sisi organisasi, Abdon mengatakan proses konsolidasi PRI di Kabupaten TTS masih terus berjalan.
Hingga saat ini, konsolidasi disebut telah dilakukan di seluruh kecamatan. Tahapan berikutnya adalah menyelesaikan berbagai administrasi organisasi di tingkat DPD PRI NTT.
Konsolidasi menjadi agenda penting bagi PRI yang baru memasuki usia satu tahun. Penguatan struktur di tingkat kabupaten hingga kecamatan menjadi bagian dari persiapan organisasi untuk membangun basis yang lebih kuat.
Menurut Abdon, keberadaan struktur yang solid akan menjadi modal penting bagi partai untuk menjalankan program sekaligus membangun komunikasi dengan masyarakat.
Bangun Kepercayaan Publik dari Tingkat Desa
Bagi partai yang baru memasuki usia satu tahun, membangun organisasi tidak hanya berkaitan dengan kelengkapan struktur dan administrasi.
PRI NTT juga menghadapi tantangan untuk membangun kepercayaan publik. Karena itu, kegiatan di Desa Mnelalete menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kehadiran partai melalui kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Konsolidasi organisasi dipadukan dengan bantuan sosial serta penanaman bibit pertanian menunjukkan bahwa PRI ingin membangun identitas partai yang tidak hanya berorientasi pada agenda politik, tetapi juga pemberdayaan masyarakat.
Momentum HUT pertama PRI pada 8 Agustus 2026 pun diarahkan menjadi titik evaluasi sekaligus pijakan untuk memperkuat organisasi di NTT.
Dari Desa Mnelalete, PRI NTT mencoba membangun pesan bahwa perjalanan organisasi tidak cukup hanya diukur dari usia dan struktur, tetapi juga dari sejauh mana keberadaannya dapat hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan