Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Namun, Daryono menemukan fenomena menarik pada kluster gempa di Flores bagian barat.
Di wilayah tersebut terdapat empat sumber gempa signifikan dengan magnitudo di atas M5,0 yang memiliki mekanisme turun atau normal fault, bukan mekanisme naik (thrust fault).
Temuan tersebut menunjukkan adanya sumber gempa lain di luar jalur Sesar Naik Flores yang ikut aktif setelah gempa utama.
“Artinya, ada sumber gempa lain, selain Sesar Naik Flores, yang aktif dan memicu gempa ‘sekunder’ dalam peristiwa gempa Flores saat ini,” jelas Daryono.
Fenomena Off-Fault Seismicity Jadi Penyebab
Aktifnya sumber-sumber gempa di luar jalur sesar utama tersebut dikenal sebagai off-fault seismicity.
Fenomena ini terjadi ketika gempa utama memicu perubahan distribusi tegangan di sekitarnya sehingga patahan-patahan lain yang sebelumnya terkunci ikut mengalami tekanan.
Daryono menjelaskan, proses tersebut berkaitan dengan mekanisme Coulomb stress transfer atau perpindahan tegangan statis.
“Ketika patahan utama pecah, beban tegangan tidak hilang begitu saja, melainkan berpindah dan membebani patahan-patahan kecil di sekitarnya yang tadinya terkunci,” ujarnya.
Menurutnya, fenomena tersebut membantu menjelaskan mengapa aktivitas gempa susulan Flores M7,7 mencapai jumlah yang sangat tinggi.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan