Sebagian besar gempa susulan tersebut terjadi pada kedalaman relatif dangkal, yakni kurang dari 60 kilometer.

Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan cukup banyak gempa susulan dapat dirasakan masyarakat.

Meski sebagian besar memiliki magnitudo kecil hingga sedang, kedalaman yang dangkal membuat energi guncangan lebih mudah dirasakan di permukaan.

35 Gempa Susulan Berkekuatan M≥5

Dari hampir 10 ribu gempa susulan yang tercatat, sebanyak 35 kejadian memiliki magnitudo minimal M5,0.

Sementara gempa susulan terbesar mencapai M6,2.

Menurut Daryono, tingginya jumlah gempa susulan tersebut mencerminkan proses pelepasan energi tegangan sisa (residual stress) yang masih sangat aktif setelah gempa utama.

“Secara keseluruhan, kuantitas gempa susulan yang mencapai mendekati 10.000 kejadian mencerminkan proses pelepasan energi tegangan sisa (residual stress) yang sangat aktif,” ujarnya.

Namun, jumlah tersebut dinilai cukup tidak lazim sehingga menarik untuk dikaji lebih jauh dari sisi tektonik dan geologi.

Ada Sumber Gempa Lain di Flores Barat

Gempa utama M7,7 dipastikan berkaitan dengan aktivitas sesar naik pada Flores Back Arc Thrust.

Mekanisme sumber gempa menunjukkan adanya pergerakan sesar naik yang memicu pelepasan tegangan tektonik akibat pergeseran naik di sepanjang jalur Sesar Naik Flores.