Menurutnya, masyarakat membutuhkan kepastian mengenai keamanan bangunan yang terdampak gempa.

“Orang mau kepingin masuk kantor dan sekolah, tapi masih dalam kondisi tersebut,” katanya.

Melki mengusulkan asesmen bangunan diprioritaskan pada tiga kelompok, yakni kantor pemerintahan, fasilitas kesehatan dan sekolah.

Iklan

Setelah itu, pemeriksaan dapat dilanjutkan terhadap rumah ibadah seperti gereja dan masjid.

Ia juga mendorong mekanisme pemeriksaan cepat untuk rumah warga. Keterbatasan tenaga ahli, menurutnya, dapat diatasi dengan melibatkan mahasiswa atau tenaga terlatih melalui pelatihan singkat.

Dengan demikian, pemeriksaan bangunan dapat dilakukan dalam jumlah lebih banyak dan waktu yang lebih cepat.

“Semua orang sudah pasti mau kepingin balik lagi hidup normal. Nah, ini mesti kita cek segera rumah-rumah penduduk,” ujarnya.

3.942 Rumah Rusak, Hampir 21 Ribu Warga Mengungsi

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sikka Margaretha M.D.M. Bapa memaparkan, gempa berdampak di seluruh wilayah Kabupaten Sikka.

Sebanyak 21 kecamatan terdampak dengan sekitar 352.000 jiwa merasakan dampak gempa.

Berdasarkan pendataan sementara, terdapat 3.942 rumah rusak, terdiri dari:

  • 854 rumah rusak berat;
  • 824 rumah rusak sedang;
  • 2.264 rumah rusak ringan.

Data tersebut dihimpun dari pemerintah kecamatan, kelurahan dan desa, kemudian diverifikasi serta divalidasi bersama BNPB dan Kementerian PU.