Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Karena itu, Badan Geologi meminta masyarakat maupun wisatawan tidak mendekati area retakan untuk menghindari risiko yang dapat muncul, terutama jika terjadi gempa susulan maupun hujan berintensitas tinggi.
Longsoran Juga Terjadi di Kawah II
Selain menemukan retakan di Kawah I atau Tiwu Ata Polo, tim survei juga mendeteksi longsoran material endapan lama ke arah dalam Kawah II (Tiwu Koofai Nuwamuri).
Pergerakan material tersebut sempat menimbulkan suara gemuruh cukup keras yang terdengar dari kawasan puncak Gunung Kelimutu.
Meski terdapat retakan dan longsoran material, Badan Geologi memastikan status aktivitas vulkanik Gunung Kelimutu masih berada pada Level I atau Normal.
Artinya, berdasarkan pemantauan yang dilakukan, belum terdapat perubahan aktivitas vulkanik yang menyebabkan peningkatan status gunung api.
Wisatawan Diminta Menjauh dari Area Retakan
Badan Geologi mengimbau masyarakat dan pengunjung Gunung Kelimutu tidak melakukan aktivitas di sekitar area retakan Kawah I.
Pengunjung diminta menjaga jarak sekitar 6 hingga 10 meter dari bibir kawah, khususnya di lokasi yang terdapat retakan.
Imbauan tersebut menjadi bagian dari langkah mitigasi untuk mengurangi risiko apabila terjadi perkembangan retakan maupun longsoran.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan