Bajawa, RakyatNTT.ID – Di tengah duka dan keprihatinan akibat gempa bumi yang mengguncang Pulau Flores, Gereja Bethel Indonesia (GBI) menunjukkan kepedulian dengan turun langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak.

Melalui Tim Bethel Peduli Gempa Flores dari Departemen Pelayanan Masyarakat (Pelmas) Pengurus Pusat Sinode Gereja Bethel Indonesia (BPP GBI), gerakan kemanusiaan dilakukan secara cepat di enam wilayah terdampak, yakni Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Nagekeo, Ende dan Sikka.

Salah satu rangkaian pelayanan berlangsung di GBI Zoar Bajawa, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, Senin (24/8/2026).

Iklan

Di lokasi tersebut, Tim Bethel Peduli menggelar bakti sosial, pengobatan gratis, pendampingan korban serta bimbingan spiritual bagi masyarakat yang terdampak gempa.

GBI Hadir Menjawab Persoalan Sosial

Gerakan kemanusiaan tersebut menjadi wujud nyata semangat “GBI Sehati”, dengan melibatkan berbagai unsur pelayanan GBI.

Tim Bethel Peduli berkolaborasi bersama Asosiasi Ikatan Dokter Indonesia Bethel (IDB), Badan Pekerja Daerah (BPD) GBI NTT, perwakilan wilayah GBI Flores serta Departemen Pemuda dan Anak GBI NTT.

Koordinator Tim Pelayanan Masyarakat (Pelmas) Sinode GBI, Pdt. Didimus Fingkrew, menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat merupakan bagian penting dari panggilan gereja.

Menurutnya, gereja tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam aktivitas ibadah, tetapi juga harus hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan sosial dan bencana.

“Tugas gereja bukan saja beribadah, tetapi juga harus peduli dengan persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat. Kepedulian itu harus diwujudkan dengan kasih, karena hukum yang tertinggi dalam kehidupan bergereja adalah kasih,” ujar Didimus.

Ia menegaskan, ketika masyarakat mengalami bencana, gereja tidak boleh hanya menjadi penonton.

Gereja harus hadir bersama masyarakat yang sedang mengalami penderitaan, memberikan pertolongan sekaligus menghadirkan pengharapan.

“Ketika saudara-saudara kita mengalami bencana, gereja harus hadir. Bukan hanya melalui doa, tetapi juga melalui tindakan nyata. Inilah bentuk kasih yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.

Warga Dapat Pengobatan Gratis dan Pendampingan

Pelayanan di GBI Zoar Bajawa tidak hanya berfokus pada bantuan sosial.

Masyarakat juga mendapatkan pelayanan kesehatan melalui pengobatan gratis yang dilakukan tim medis. Pelayanan tersebut menjadi penting bagi warga yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan setelah mengalami dampak gempa.

Selain layanan kesehatan, Tim Bethel Peduli memberikan pendampingan kepada korban serta bimbingan spiritual melalui doa dan penguatan iman.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat memberikan penghiburan kepada masyarakat yang masih menghadapi duka, kekhawatiran dan trauma akibat gempa.

Didimus mengatakan, kehadiran Tim Bethel Peduli bukan semata-mata untuk membawa bantuan material, tetapi juga kasih, penguatan dan pengharapan.

“Kami datang bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga membawa kasih, penguatan dan pengharapan. Di tengah kondisi masyarakat yang sedang berduka, kami ingin memastikan bahwa mereka tidak merasa berjalan sendirian. Gereja hadir untuk melayani dan berjalan bersama masyarakat,” ujarnya.

Semangat GBI Sehati untuk Korban Gempa Flores

Dalam menjalankan pelayanan kemanusiaan tersebut, Tim Bethel Peduli melibatkan berbagai unsur pelayanan GBI.

Kolaborasi lintas pelayanan tersebut menjadi kekuatan untuk mempercepat respons terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

“Semangat kami adalah GBI Sehati. Semua unsur bergerak bersama untuk memberikan pelayanan terbaik bagi saudara-saudara kita yang terdampak gempa,” kata Didimus.

Pelayanan dilakukan di enam wilayah terdampak dengan harapan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit pascabencana.

Didimus menyadari bahwa bantuan yang diberikan tidak serta-merta menghapus seluruh penderitaan warga. Namun, ia percaya kehadiran dan pelayanan bersama dapat memberikan kekuatan bagi masyarakat untuk bangkit.

“Bantuan mungkin tidak bisa menghapus seluruh penderitaan yang dialami, tetapi kami percaya kehadiran, doa dan pelayanan bersama dapat memberikan kekuatan untuk bangkit,” tuturnya.

Flores Berduka, Gereja Hadir Membawa Harapan

Aksi Tim Bethel Peduli di Flores menjadi pengingat bahwa iman dan kasih tidak cukup hanya diucapkan, tetapi perlu diwujudkan dalam tindakan nyata.

Ketika masyarakat kehilangan rasa aman, gereja hadir memberikan penguatan. Ketika warga membutuhkan pelayanan kesehatan, gereja menghadirkan pengobatan.

Sementara ketika keluarga masih berada dalam suasana duka dan trauma, gereja memberikan pendampingan, doa dan pengharapan.

Semangat tersebut terus dibawa Tim Bethel Peduli dalam pelayanan di enam wilayah terdampak gempa.

Flores sedang berduka, tetapi Flores tidak sendiri. Melalui semangat GBI Sehati, gereja hadir bukan hanya untuk beribadah, tetapi juga menghidupkan kasih melalui pelayanan, kepedulian dan tindakan nyata bagi sesama. (*/rnc)