Pendekatan tersebut diharapkan dapat memberikan penghiburan kepada masyarakat yang masih menghadapi duka, kekhawatiran dan trauma akibat gempa.

Didimus mengatakan, kehadiran Tim Bethel Peduli bukan semata-mata untuk membawa bantuan material, tetapi juga kasih, penguatan dan pengharapan.

“Kami datang bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga membawa kasih, penguatan dan pengharapan. Di tengah kondisi masyarakat yang sedang berduka, kami ingin memastikan bahwa mereka tidak merasa berjalan sendirian. Gereja hadir untuk melayani dan berjalan bersama masyarakat,” ujarnya.

Semangat GBI Sehati untuk Korban Gempa Flores

Dalam menjalankan pelayanan kemanusiaan tersebut, Tim Bethel Peduli melibatkan berbagai unsur pelayanan GBI.

Kolaborasi lintas pelayanan tersebut menjadi kekuatan untuk mempercepat respons terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

“Semangat kami adalah GBI Sehati. Semua unsur bergerak bersama untuk memberikan pelayanan terbaik bagi saudara-saudara kita yang terdampak gempa,” kata Didimus.

Pelayanan dilakukan di enam wilayah terdampak dengan harapan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit pascabencana.

Didimus menyadari bahwa bantuan yang diberikan tidak serta-merta menghapus seluruh penderitaan warga. Namun, ia percaya kehadiran dan pelayanan bersama dapat memberikan kekuatan bagi masyarakat untuk bangkit.