Menurut Artur, faktor cuaca menjadi salah satu penentu utama keberhasilan produksi garam. Intensitas panas matahari yang tinggi membantu proses kristalisasi sehingga dapat mendukung peningkatan kuantitas sekaligus kualitas garam.

“Garam itu tahun demi tahun akan lebih baik dan lebih banyak,” tambahnya.

80 Persen Tenaga Kerja Berasal dari Masyarakat Lokal

Aktivitas produksi garam PT Cheetham Salt Indonesia di Nggolonio juga memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja masyarakat sekitar.

Iklan

Saat musim panen, sekitar 80 persen tenaga kerja yang digunakan merupakan tenaga kerja lokal. Para pekerja bekerja selama sekitar tujuh hingga delapan jam per hari dengan upah sebesar Rp160.000 per hari.

Kondisi tersebut menjadi salah satu manfaat keberadaan investasi industri garam bagi masyarakat di sekitar lokasi tambak.

Pemkab Nagekeo Sambut Positif Peningkatan Produksi

Bupati Nagekeo Simplisius Donatus menyambut baik hasil panen garam PT Cheetham Salt Indonesia tahun ini. Menurutnya, peningkatan kualitas dan produksi menunjukkan bahwa potensi garam di Nagekeo dapat dikembangkan secara optimal dan berkelanjutan.

“Ini tentu menjadi kabar positif bagi kita semua, karena hasil yang ada menunjukkan peningkatan potensi garam di Kabupaten Nagekeo dapat dikembangkan secara optimal dan berkelanjutan,” ujar Simplisius.