Tim juga melibatkan dokter alumni FKKH Undana, yakni dr. Joseph Alessandro Putra Lamanepa dan dr. Andrie Suryanta.

Selain itu, terdapat perwakilan IDI dan Polri, dr. Melissa Putri M. Napitupulu, M.K.M. dan dr. Josef Satrida Y. Maan.

Lima mahasiswa FKKH Undana turut dilibatkan, yakni Agnes Noni Samara, Maria Manuelita Febriyanti Toda, Marlena Gracella F. V. Nura Lele, Maria Natasya Thoma dan Monica Lerrick.

Iklan

Dua perawat dari Kementerian Hukum, Rosydah Idris, S.Kep. dan Ns. Valendro Rohi Riwu, S.Kep., juga memperkuat tim di lapangan.

EMT Undana Siapkan Layanan Lanjutan

Pelayanan kesehatan tidak berhenti pada posko dan kunjungan yang telah dilakukan.

Tim EMT Undana menjadwalkan penjangkauan medis lanjutan ke Desa Wajomara, Rendu Teno dan Wajomae.

Bersama tim Lembaga Ibu dan Anak yang diwakili Edy dan Eka, sebanyak 13 personel akan diterjunkan untuk menyisir kawasan pemukiman yang masing-masing dihuni sekitar 140 jiwa.

Langkah tersebut menjadi penting karena warga di sejumlah desa masih menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan pascagempa.

Dengan membuka posko medis pada malam hari, memperkuat pasokan obat-obatan dan mendatangi langsung pemukiman warga, EMT TBM FKKH Undana berupaya memutus keterbatasan layanan kesehatan di wilayah terdampak.