Pertama, Dinas Kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk Puskesmas dan Pustu, diminta meningkatkan profesionalisme, keramahan serta kesiapan fasilitas pelayanan.

Pelayanan juga harus diberikan secara setara tanpa diskriminasi.

Kedua, camat, lurah, kepala desa dan tokoh masyarakat diminta menggandeng seluruh elemen masyarakat untuk melakukan sosialisasi secara masif hingga ke pelosok.

Iklan

Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat mengetahui keberadaan program CKG dan tidak ada warga yang tertinggal dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.

Ketiga, seluruh lintas sektor diminta bersama-sama mengawal pelaksanaan program agar berjalan tepat sasaran, transparan dan akuntabel.

Libatkan 39 Peserta dari Berbagai Instansi

Pertemuan koordinasi tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan yang memiliki peran dalam mendukung keberhasilan program kesehatan gratis.

Sebanyak 39 peserta hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari Bappeda, Kementerian Agama, Dinas PMD, Dinas PKKO, Dinas Kominfo, TP-PKK Kabupaten, Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, serta organisasi profesi seperti IBI dan PPNI.

Selain itu, hadir pula enam perwakilan kecamatan se-Kabupaten Sabu Raijua, sembilan perwakilan dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, serta kepala puskesmas dan penanggung jawab CKG dari tujuh fasilitas kesehatan.