Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Menurutnya, jumlah gempa dalam 24 jam tercatat sebanyak 704 kejadian pada hari pertama. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 746 kejadian pada hari kedua.
Selanjutnya, aktivitas gempa berada pada kisaran 668, 649, dan 627 kejadian pada hari ketiga hingga kelima, sebelum kembali meningkat menjadi 802 kejadian pada hari keenam.
Sejumlah Gempa Susulan Dirasakan Kuat
Hasil pemantauan BMKG menunjukkan beberapa gempa susulan menghasilkan guncangan yang cukup signifikan dengan skala intensitas IV–VI MMI.
Guncangan kuat antara lain terjadi pada 19 Agustus 2026 pukul 23.17 WIB dengan magnitudo M5,6.
Gempa susulan kembali terjadi pada 20 Agustus 2026 pukul 05.45 WIB dengan magnitudo M5,8. Pada hari yang sama, gempa signifikan lainnya tercatat pada pukul 09.47 WIB dengan magnitudo M5,8.
Sejumlah guncangan tersebut memicu kerusakan tambahan pada beberapa struktur bangunan dan jembatan yang sebelumnya telah terdampak gempa utama. Selain itu, longsor juga terjadi di sejumlah titik.
Gempa Susulan Membentuk Beberapa Klaster
Hasil relokasi BMKG menunjukkan bahwa gempa susulan tidak tersebar secara homogen. Aktivitas tersebut justru membentuk beberapa klaster.
Klaster utama berada di sekitar zona sumber gempa M7,7 di wilayah utara Nagekeo dan membentang mengikuti arah Flores Back-arc Thrust.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan