Salah satu penulis buku, Dandhy Laksono, akan hadir bersama Sudirman Said dari Konferensi Republik, Yanuar Nugroho dari Nalar Institute, Sarah Lerry Mboeik dari PIAR NTT, serta Dicky Senda dari Lakoat Kujawas.

Diskusi akan dimoderatori oleh Winston N. Rondo, Ketua DPD GAMKI NTT.

Kehadiran para pembicara tersebut diharapkan dapat memperkaya perspektif dalam membahas gagasan tentang Indonesia Baru, terutama dengan mempertemukan pengalaman jurnalisme, gerakan masyarakat sipil, kebijakan publik, hingga pengalaman komunitas di daerah.

Suara NTT dan Indonesia Timur jadi Bagian Penting

Penyelenggara menegaskan bahwa bedah buku ini tidak diarahkan hanya menjadi diskusi mengenai isi sebuah buku.

Forum tersebut diharapkan menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai perjalanan Indonesia selama 81 tahun sekaligus membicarakan masa depan bangsa dari perspektif masyarakat daerah.

Pengalaman NTT dinilai penting untuk masuk dalam percakapan tersebut, mengingat daerah ini masih menghadapi berbagai persoalan seperti kemiskinan, ketimpangan pembangunan, konflik sumber daya alam, krisis ekologis, serta keterbatasan akses terhadap pelayanan publik.

Penyelenggara memandang gagasan tentang masa depan Indonesia tidak semestinya hanya dibicarakan dari pusat kekuasaan. Pengalaman masyarakat di daerah, termasuk kawasan Indonesia Timur, perlu menjadi bagian penting dalam merumuskan gagasan mengenai Indonesia yang lebih adil.