Sejumlah persoalan yang disoroti antara lain ketimpangan penguasaan lahan, konflik agraria, kerusakan lingkungan, ketidakadilan dalam pengelolaan sumber daya alam, hingga model pembangunan yang dinilai belum sepenuhnya menghadirkan kesejahteraan secara adil dan merata.

Persoalan-persoalan tersebut kemudian menjadi bahan refleksi mengenai seperti apa Indonesia yang diharapkan setelah lebih dari delapan dekade merdeka.

AJI Kupang: Kemerdekaan Perlu Terus Diuji

Ketua AJI Kupang, Djemi Amnifu, mengatakan Kota Kupang dipilih sebagai salah satu ruang untuk mendiskusikan gagasan dalam buku tersebut karena isu yang diangkat memiliki relevansi kuat dengan kondisi pembangunan di NTT.

Menurut Djemi, momentum 81 tahun kemerdekaan tidak seharusnya hanya menjadi perayaan seremonial. Kemerdekaan juga perlu menjadi kesempatan untuk mengevaluasi sejauh mana pembangunan benar-benar menghadirkan keadilan bagi masyarakat.

“Buku ini penting dibaca dan diperdebatkan, terutama dalam momentum 81 tahun Indonesia merdeka. Kemerdekaan tidak cukup hanya kita peringati, tetapi perlu terus diuji: sejauh mana pembangunan menghadirkan keadilan, melindungi lingkungan dan sumber daya masyarakat, serta melahirkan kebijakan publik yang transparan dan berpihak kepada warga,” ujar Djemi.

Hadirkan Sejumlah Tokoh dan Aktivis

Bedah buku #Reset Indonesia di Kupang akan menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai latar belakang.