Kupang, RakyatNTT.ID – Gempa bumi dahsyat yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 masih diikuti rangkaian gempa susulan.

Hingga Minggu, 23 Agustus 2026, tercatat sebanyak 5.688 kali gempa susulan dengan kekuatan terbesar mencapai magnitudo 6,2.

Plt. Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton Panjaitan, dalam konferensi pers secara daring, Sabtu (22/8/2026), menyampaikan bahwa gempa susulan masih terus terjadi.

Dari ribuan gempa susulan tersebut, kekuatan terendah tercatat M1,1, sedangkan gempa yang dirasakan masyarakat mencapai 130 kali.

“Rangkaian gempa susulan menunjukkan pola temporal yang belum sederhana,” ujar Berton.

BNPB memperkirakan rangkaian gempa susulan masih akan berlangsung sekitar 3 hingga 4 minggu sejak gempa utama. Kondisi tersebut membuat masyarakat di wilayah terdampak perlu tetap meningkatkan kewaspadaan.

Korban Meninggal Capai 91 Orang

Dampak bencana terus bertambah. Hingga Minggu, 23 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia mencapai 91 orang, atau bertambah empat orang dibandingkan hari sebelumnya.

Korban tersebar di sejumlah kabupaten, dengan rincian:

  • Manggarai: 32 orang
  • Manggarai Timur: 31 orang
  • Nagekeo: 14 orang
  • Sikka: 6 orang
  • Ngada: 5 orang
  • Ende: 2 orang
  • Manggarai Barat: 1 orang

Dari total korban meninggal tersebut, sebanyak 40 orang merupakan laki-laki dan 48 orang perempuan. Sementara itu, tiga korban lainnya masih dalam proses identifikasi.