Namun, kebutuhan cairan akan meningkat pada orang yang rutin berolahraga, bekerja di lingkungan panas, atau memiliki aktivitas fisik tinggi.

“Idealnya 1,5 sampai 2 liter per 24 jam untuk aktivitas biasa. Jika olahraga atau stresor tinggi, harus ditambah. Ukuran minum juga berdasarkan berat badan,” jelas dr. Donny.

Pola Makan Juga Berpengaruh terhadap Risiko Batu Ginjal

Selain memenuhi kebutuhan cairan, menjaga pola makan juga menjadi langkah penting untuk menekan risiko batu ginjal.

Iklan

dr. Donny mengingatkan agar konsumsi makanan yang mengandung oksalat atau asam urat dilakukan secara bijak. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Kacang-kacangan
  • Emping
  • Seafood
  • Teh

Ia menegaskan makanan tersebut bukan dilarang, tetapi perlu dibatasi agar tidak dikonsumsi secara berlebihan.

Selain itu, penggunaan vitamin C dosis tinggi tanpa pengawasan serta kondisi obesitas juga dapat meningkatkan risiko gangguan pada saluran kemih.

“Bukan tidak boleh, tapi harus diatur. Juga hindari vitamin C dosis tinggi secara berlebihan. Obesitas atau berat badan tidak ideal juga berpengaruh pada gangguan saluran kemih,” katanya.

Dokter Ingatkan Risiko Batu Ginjal Bisa Kambuh

Sementara itu, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal dan Hipertensi Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Mutalib Abdullah, Sp.PD-KGH, FINASIM, mengungkapkan jumlah pasien gagal ginjal juga terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.