Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ende, RakyatNTT.ID – Misi kemanusiaan untuk menyalurkan bantuan logistik kepada pengungsi gempa di Kabupaten Ende menghadapi kendala di tengah perjalanan.
Sebanyak 10 personel gabungan yang terdiri dari anggota Basarnas/BNPB, TNI dan wartawan terjebak di wilayah Desa Malawaru, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende, saat mengantarkan bantuan logistik untuk masyarakat terdampak gempa pada 17 Agustus 2026.
Rombongan membawa satu unit truk BNPB yang mengangkut 550 paket sembako dan bantuan air bersih untuk didistribusikan kepada masyarakat terdampak.
Namun, perjalanan menuju wilayah tujuan terkendala kondisi kendaraan dan medan jalan yang cukup ekstrem.
Rem Truk Bermasalah di Jalan Menurun
Salah seorang anggota TNI, Serda Dedy Irwan, mengatakan truk pengangkut bantuan mengalami masalah teknis pada bagian rem ketika melintasi ruas jalan di wilayah Desa Malawaru.
Kondisi tersebut nyaris menyebabkan kecelakaan karena kendaraan harus melewati medan terjal dengan banyak tikungan serta turunan yang cukup tajam.
“Posisi terakhir kami berada di titik telah melewati pusat Desa Malawaru. Mobil melaju lambat, namun karena kondisi jalan menurun dan melalui tikungan yang cukup tajam serta curam, driver Aziz anggota Basarnas BNPB harus ekstra keras mengambil keputusan untuk menghentikan di tempat yang dirasakan aman,” ujar Dedy.
Keputusan menghentikan kendaraan dilakukan untuk menghindari risiko kecelakaan yang dapat membahayakan keselamatan seluruh personel sekaligus merusak atau menghambat distribusi bantuan bagi pengungsi.
Minta Bantuan Kendaraan Terdekat
Setelah kendaraan berhenti di lokasi yang dianggap aman, rombongan kemudian berupaya mencari bantuan melalui komunikasi telepon.
Sekitar pukul 15.30 WITA, satu unit truk TNI yang juga membawa bantuan untuk korban gempa segera mendatangi lokasi.
Selain itu, satu unit mobil pikap milik BPBD Kabupaten Ende yang berada di sekitar lokasi turut dikerahkan untuk membantu proses evakuasi bantuan dan penanganan kendaraan yang mengalami gangguan teknis.
Proses tersebut dilakukan agar bantuan yang dibawa tidak tertahan terlalu lama dan dapat segera diteruskan kepada masyarakat terdampak.
Distribusi Bantuan Kembali Dilanjutkan Malam Hari
Setelah proses penanganan kendaraan dan evakuasi logistik dilakukan, mobilisasi bantuan kembali dilanjutkan sekitar pukul 20.00 WITA.
Dengan menggunakan kendaraan yang sama, rombongan meneruskan perjalanan menuju Kecamatan Maukaro.
Distribusi bantuan kemudian berlangsung hingga sekitar pukul 23.00 WITA.
Perjalanan panjang dan kondisi medan yang sulit tidak menyurutkan upaya personel gabungan untuk memastikan bantuan dapat sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
10 Personel Gabungan Terlibat dalam Misi
Sepuluh personel yang terlibat dalam perjalanan distribusi bantuan tersebut terdiri dari enam anggota TNI, tiga personel Basarnas/BNPB Unit Ende, serta satu wartawan dari RakyatNTT.ID.
Enam anggota TNI yang tercatat dalam rombongan yakni:
- Serda Dedy Irwan
- Kopda Laode Remon
- Kopda Sajani
- Pratu Rais
- Pratu Rendy
- Pratu Agus Keta
Sementara tiga personel Basarnas/BNPB Unit Ende terdiri dari Aziz, Agustinus dan Dedy serta Melly, wartawan dari media RakyatNTT.ID.
Peristiwa tersebut menggambarkan tantangan yang dihadapi petugas dan relawan dalam mendistribusikan bantuan ke wilayah terdampak gempa, terutama kawasan dengan kondisi geografis dan akses jalan yang sulit.
Meski menghadapi kendala kendaraan serta medan yang berisiko, bantuan tetap diupayakan untuk diteruskan hingga mencapai masyarakat pengungsi yang membutuhkan. (rnc16)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan