Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kondisi tersebut menjadi persoalan ketika hujan turun. Air dari wilayah yang lebih tinggi mengalir deras menuju permukiman dan bahkan masuk ke rumah warga.
Warga menilai pembangunan infrastruktur di Air Mata harus mempertimbangkan karakteristik wilayah yang berdekatan dengan bantaran Kali Dendeng.
“Hampir semua jalan di wilayah ini belum memiliki tembok penahan. Saat hujan, air dari bagian atas langsung mengalir ke teras bahkan masuk ke rumah warga. Kami berharap persoalan ini menjadi perhatian pemerintah melalui reses ini,” ujar seorang warga.
Menurut masyarakat, pembangunan jalan tanpa sistem pengendalian air berpotensi menimbulkan persoalan baru, terutama saat curah hujan meningkat.
Warga Air Nona Minta Sayap Jembatan
Keluhan mengenai infrastruktur juga disampaikan warga Kelurahan Air Nona.
Masyarakat meminta pemerintah membangun sayap jembatan pada sejumlah deker atau jembatan kecil yang dinilai belum aman bagi pengguna jalan.
Kondisi ruas jalan yang sempit juga menjadi persoalan tersendiri. Kendaraan berukuran besar disebut kesulitan melintas sehingga berpotensi menimbulkan kecelakaan.
“Kaka Dewan bisa lihat sendiri kondisi jembatan ini. Tidak ada penahan atau sayap jembatan sehingga sangat berbahaya. Kendaraan besar yang melintas sering kali salah satu rodanya menggantung di tepi jembatan,” kata warga RT 15 Kelurahan Air Nona.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan