Materi tersebut diharapkan menjadi bekal bagi para vikaris untuk membaca dan mengidentifikasi potensi ekonomi yang ada di lingkungan jemaat.

Dengan demikian, pelayanan gereja tidak berhenti pada aktivitas administratif maupun ritual, tetapi turut membuka ruang bagi jemaat untuk mengembangkan sumber daya yang tersedia di sekitarnya.

Vikaris Didorong Membawa Perubahan ke Jemaat

Pdt. Lay menekankan bahwa keberhasilan pelatihan tidak semata-mata diukur dari banyaknya materi yang diterima peserta.

Hal yang lebih penting adalah sejauh mana pengetahuan tersebut dapat diterjemahkan menjadi tindakan nyata di tempat pelayanan masing-masing.

Karena itu, para vikaris didorong membawa semangat PSM ke jemaat masing-masing dengan mengidentifikasi potensi lokal, membangun kelompok pemberdayaan, dan mengajak jemaat bekerja bersama untuk meningkatkan kehidupan ekonomi.

Penerapan program pemberdayaan tersebut juga menjadi bagian penting dalam melihat kesiapan para vikaris memasuki medan pelayanan berikutnya.

Dengan kata lain, GMIT ingin menyiapkan pelayan yang tidak hanya mampu berkhotbah dan memberikan pelayanan pastoral, tetapi juga memiliki kemampuan menjadi penggerak perubahan dan kemandirian di tengah jemaat.