Pada aspek spiritualitas dan karakter pelayanan, peserta mendapatkan materi Etika Seorang Pelayan, Spiritualitas Seorang Pelayan, Menjadi Pelayan yang Setia, serta Hak dan Kewajiban Pelayan GMIT.

Sementara dalam aspek manajemen, para vikaris dibekali pengetahuan tentang Administrasi dan Surat-Menyurat Gereja, Perbendaharaan GMIT, serta Digitalisasi Administrasi dan Data Jemaat.

Pembekalan tersebut ditujukan agar para calon pelayan memiliki kemampuan mengelola pelayanan secara tertib, transparan, efektif, dan bertanggung jawab.

Dalam bidang teologi dan pengembangan pelayanan, materi yang diberikan meliputi Peran Gereja dalam Pemberdayaan Ekonomi Jemaat, Menyiapkan dan Menyampaikan Khotbah IPI, Pelatihan Khotbah Langham, Merencanakan Program Berbasis HKUP, Metode Studi Kasus, serta Meditasi.

Belajar Model Usaha Berbasis Potensi Lokal

Tidak hanya mendapatkan materi teoritis, para vikaris juga memperoleh pengalaman pembelajaran praktis mengenai berbagai model pemberdayaan yang dapat diterapkan sesuai potensi lokal jemaat.

Sejumlah materi yang diperkenalkan antara lain Budikdamper Aquaponik, rekayasa pakan ternak ayam dan babi, teknologi limbah sebagai sumber energi, pembuatan bokashi padat, budidaya Pepaya California, serta Tekno Pangan.