“Seorang penolong atau healer harus menyembuhkan dan mendidik dirinya terlebih dahulu melalui integritas, ketahanan mental, dan kesejahteraan sendiri agar mampu menghidupkan kehidupan kepada masyarakat. Pegang teguh prinsip ini di mana pun Saudara ditempatkan,” tegas Prof. Annytha.

Ia mengaku bangga terhadap daya juang para dokter baru Undana yang sebagian besar ditempa dalam lingkungan kepulauan dengan berbagai keterbatasan fasilitas.

Undana, kata Prof. Annytha, terus berkomitmen memperkuat pendidikan kedokteran. Salah satunya melalui persiapan pembukaan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang direncanakan bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) dan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (FK Udayana).

Program tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dokter spesialis di berbagai wilayah NTT.

45 Dokter Lulus UKMPPD

Dekan FKKH Undana, Dr. dr. Christina Olly Lada, M.Gizi., menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Kesehatan RI dan Dinas Kesehatan Provinsi NTT dalam mendukung pendidikan para dokter baru.

Dukungan tersebut antara lain melalui skema beasiswa yang membantu para mahasiswa menyelesaikan pendidikan sekaligus mempersiapkan mereka mengikuti program internsip dan pendayagunaan dokter di berbagai fasilitas kesehatan daerah.