Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Organisasi tersebut menilai tujuan utama transisi energi harus mengutamakan keselamatan masyarakat, kelestarian lingkungan, serta distribusi manfaat pembangunan yang lebih adil.
Karena itu, penyusunan Roadmap Dekarbonisasi Sektor Ketenagalistrikan NTT dinilai tidak cukup hanya berbicara mengenai potensi energi surya, angin, air, maupun panas bumi, tetapi juga harus menjawab siapa yang memperoleh manfaat dan siapa yang menanggung dampak ekologis dari setiap proyek.
Soroti Proyek Panas Bumi di Poco Leok
WALHI NTT secara khusus mengkritisi pernyataan Gubernur NTT yang memasukkan panas bumi (geothermal) sebagai salah satu sumber energi strategis menuju NZE 2050.
Menurut WALHI, pengalaman di sejumlah daerah menunjukkan bahwa proyek panas bumi justru memunculkan konflik sosial, intimidasi terhadap warga, kriminalisasi masyarakat, hilangnya ruang hidup masyarakat adat, hingga ancaman terhadap sumber air.
Kasus di Poco Leok, Kabupaten Manggarai, disebut sebagai contoh nyata.
Di wilayah tersebut, masyarakat adat selama bertahun-tahun menolak perluasan proyek geothermal karena dinilai mengancam tanah ulayat, kebun produktif, mata air, situs adat, serta keberlangsungan kehidupan masyarakat.
WALHI menilai pendekatan yang lebih mengedepankan aparat keamanan dibanding dialog menjadi persoalan serius dalam implementasi proyek tersebut.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan