Namun, Pemkab Sabu Raijua menilai ruas jalan tersebut memiliki fungsi yang sangat strategis karena menjadi akses utama masyarakat menuju fasilitas pendidikan, kawasan tambak garam, serta pusat aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.

Melihat pentingnya peran jalan tersebut, Pemerintah Kabupaten bersama DPRD Sabu Raijua melakukan berbagai upaya hingga akhirnya berhasil mengamankan pendanaan melalui APBD Tahun Anggaran 2026.

Keberhasilan mengalokasikan anggaran itu menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap peningkatan pelayanan publik dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Iklan

Wabup: Kualitas Harus jadi Prioritas

Saat meninjau lokasi proyek, Wakil Bupati Thobias Uly memberikan arahan tegas kepada kontraktor pelaksana maupun konsultan pengawas agar mengutamakan kualitas pekerjaan dan memastikan proyek selesai sesuai jadwal.

Ia menegaskan bahwa waktu pelaksanaan yang telah berjalan sejak Juni harus dimanfaatkan secara maksimal dengan perencanaan kerja yang terukur dan pengawasan yang ketat.

“Dengan waktu pelaksanaan 120 hari kalender yang sudah berjalan sejak Juni lalu, CV. PERDANA harus bekerja secara taktis dan terukur. Begitu pula dengan CV. HASTA PERKASA ENGINEERING, lakukan pengawasan melekat di setiap tahapan. Infrastruktur ini dibiayai uang rakyat, maka kualitasnya harus maksimal agar bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang,” tegas Thobias Uly.

Dorong Konektivitas dan Pertumbuhan Ekonomi

Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua menegaskan akan terus melakukan monitoring secara berkala terhadap seluruh proyek pembangunan daerah guna memastikan penggunaan anggaran berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.