Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Oelamasi, RakyatNTT.ID – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nusa Cendana (Undana) menerapkan strategi baru dalam pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Berdampak Tahun 2026 dengan memetakan 75 kelompok pakar yang akan bekerja di 42 desa pada sembilan kecamatan di Kabupaten Kupang.
Strategi ini diterapkan setelah peluncuran program PKM Berdampak sebagai upaya memastikan pelaksanaan pengabdian oleh sekitar 200 dosen bersama ratusan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) berjalan lebih terarah, efektif, dan sesuai kebutuhan masing-masing desa.
Program berlangsung mulai 14 Juli hingga 31 Agustus 2026 dengan pendekatan berbasis potensi wilayah dan kebutuhan masyarakat.
Guru Besar Fokus Tata Kelola, Dosen Tangani Persoalan Sektoral
Dalam pembagian tugas tersebut, Tim Guru Besar Berdampak yang dipimpin Prof. Fred Benu, Ph.D. mendapat peran strategis sebagai penyusun arah kebijakan dan pengembangan model pembangunan desa.
Tim ini akan berfokus pada penguatan tata kelola pemerintahan desa, penyusunan regulasi lokal, hingga perancangan sistem mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim di tingkat kecamatan.
Sementara itu, 74 kelompok dosen multidisiplin diterjunkan sebagai pelaksana teknis yang menangani berbagai persoalan sektoral sesuai karakteristik desa sasaran.
Program Disesuaikan dengan Potensi Wilayah
LPPM Undana menyusun klasterisasi program berdasarkan hasil pemetaan persoalan atau “Belanja Masalah” yang dilakukan bersama Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Kupang.
Melalui pendekatan tersebut, program pengabdian dibagi ke dalam tiga klaster utama.
Klaster pertama berfokus pada pengembangan sektor pertanian dan peternakan lahan kering, dengan sasaran peningkatan produktivitas jagung, hortikultura, serta kesehatan ternak sapi.
Klaster kedua diarahkan ke wilayah pesisir melalui penguatan sektor perikanan dan pemberdayaan UMKM pengolahan hasil laut agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.
Sedangkan klaster ketiga menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program sanitasi lingkungan, edukasi gizi keluarga, serta digitalisasi administrasi pemerintahan desa.
Pemerintah Kabupaten Kupang Dukung Integrasi Data
Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Kupang, Drs. Guntur Subu Taopan, mengatakan pemerintah daerah telah menginstruksikan seluruh camat dan kepala desa di sembilan kecamatan untuk membuka akses data seluas-luasnya kepada tim Undana.
Menurutnya, dukungan tersebut penting agar seluruh program yang dijalankan benar-benar berbasis data dan mampu mengoptimalkan potensi komoditas unggulan di setiap desa.
“Pemerintah Kabupaten Kupang telah menginstruksikan seluruh camat dan kepala desa di sembilan kecamatan untuk membuka akses data seluas-luasnya. Kami membutuhkan integrasi penuh agar pemetaan yang dilakukan para dosen langsung menyentuh potensi komoditas lokal yang selama ini belum dikelola secara maksimal,” ujarnya.
Tinggalkan Model Pengabdian Seragam
Model klasterisasi yang diterapkan Undana menjadi pendekatan baru dibanding pola pengabdian sebelumnya yang cenderung seragam di setiap desa.
Selama ini, berbagai program pengabdian dinilai kurang efektif karena tidak mempertimbangkan karakteristik wilayah, sehingga bantuan maupun pelatihan sering kali tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui pembagian peran yang lebih spesifik, setiap desa kini memperoleh solusi berdasarkan kondisi geografis, potensi ekonomi, dan persoalan yang dihadapi.
Desa-desa pesisir akan didorong meningkatkan nilai tambah hasil perikanan melalui hilirisasi produk, sementara kawasan lahan kering memperoleh pendampingan untuk memperkuat sistem pertanian dan penyediaan pakan ternak berkelanjutan.
Di sisi lain, Tim Guru Besar memastikan seluruh inovasi tersebut diperkuat melalui regulasi dan tata kelola desa agar tetap berjalan meski masa pendampingan berakhir.
Dukung Visi Kabupaten Kupang Emas
LPPM Undana berharap model pengabdian berbasis klaster ini mampu menciptakan pembangunan desa yang lebih tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dengan kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah, program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas sektor unggulan desa, tetapi juga memperkuat tata kelola pemerintahan, mempercepat transformasi ekonomi lokal, serta mendukung terwujudnya Visi Kabupaten Kupang Emas melalui pembangunan yang berbasis potensi wilayah. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan