Dengan dukungan anggaran Rp1,14 miliar, metode identifikasi masalah sejak awal, serta kolaborasi erat bersama Pemerintah Kabupaten TTS, hasil riset yang dihasilkan diharapkan menjadi dasar penyusunan kebijakan daerah untuk mempercepat penurunan angka stunting, mengurangi kemiskinan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di 23 desa dan kelurahan sasaran.

Bagi mahasiswa, keterlibatan dalam program ini juga memberikan manfaat akademik melalui pengumpulan data lapangan yang dapat mendukung penyelesaian tugas akhir.

Program PKM Undana Berdampak 2026 sekaligus menjadi wujud komitmen Universitas Nusa Cendana sebagai Locally Relevant University, yakni perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan ilmu pengetahuan, tetapi juga hadir sebagai problem solver bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Nusa Tenggara Timur. (*/rnc)

Iklan