Bupati TTS, Eduard Markus Lioe, S.IP., S.H., M.H., menilai keterlibatan puluhan tim akademisi menjadi peluang besar untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis data yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia menginstruksikan seluruh perangkat daerah, camat, hingga kepala desa agar mendampingi pelaksanaan program sehingga hasil penelitian dapat ditindaklanjuti menjadi kebijakan pembangunan daerah.

“Keterlibatan 53 tim peneliti di berbagai bidang ini merupakan instrumen strategis untuk menciptakan peluang konkret demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat TTS,” tegas Eduard.

Iklan

Dorong ASN TTS Lanjut Kuliah Lewat Program RPL

Selain menjalankan riset terapan, Undana juga memperkenalkan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi aparatur Pemerintah Kabupaten TTS.

Melalui skema tersebut, pengalaman kerja ASN dan tenaga profesional dapat dikonversi menjadi kredit akademik sehingga mereka memiliki kesempatan menyelesaikan pendidikan Sarjana (S1) maupun Magister (S2) secara lebih efisien, bahkan dalam waktu maksimal 1,5 tahun.

Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan daerah tanpa mengganggu pelaksanaan tugas pelayanan publik.

Hadirkan Solusi Nyata bagi Daerah

Melalui pendekatan berbasis kebutuhan lapangan, Undana ingin mengubah paradigma pengabdian masyarakat yang selama ini kerap bersifat seremonial menjadi program yang menghasilkan dampak nyata.