Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Peserta juga diberikan pemahaman mengenai berbagai modus peredaran narkoba yang kini semakin berkembang seiring kemajuan teknologi dan media digital, sehingga kewaspadaan generasi muda harus terus ditingkatkan.
Sesi diskusi menjadi salah satu bagian yang paling menarik. Puluhan peserta aktif mengajukan pertanyaan mengenai ciri-ciri pengguna narkoba, proses rehabilitasi bagi pecandu, hingga sanksi hukum yang dikenakan kepada pelaku penyalahgunaan narkotika.
Seluruh pertanyaan dijawab langsung oleh tim Satresnarkoba Polres Sumba Timur sebagai bentuk edukasi sekaligus penguatan pemahaman peserta.
Gereja dan Polri Perkuat Sinergi
Ketua Panitia Youth Camp GPDI Se-Sumba, Pdt. Rosmeni Harahap, S.Th., M.Pd., memberikan apresiasi atas keterlibatan Polres Sumba Timur dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, edukasi mengenai bahaya narkoba sangat penting untuk memperkuat iman, karakter, dan mental generasi muda di tengah berbagai tantangan sosial saat ini.
“Gereja tidak bisa jalan sendiri. Kami butuh sinergi dengan Polri. Pesan anti narkoba ini akan kami teruskan ke setiap kelompok sel dan komisi pemuda,” katanya.
Ia berharap kolaborasi antara gereja dan kepolisian dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya membangun generasi muda yang sehat, berkarakter, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Deklarasi Pemuda Gereja Tolak Narkoba
Sebagai penutup kegiatan, seluruh peserta bersama jajaran Satresnarkoba Polres Sumba Timur mendeklarasikan komitmen “Pemuda Gereja Se-Sumba Tolak Narkoba”.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan