Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Persoalan sampah kembali menjadi sorotan di Kota Kupang. Tumpukan sampah dilaporkan terjadi di tiga pasar utama, yakni Pasar Kasih Naikoten, Pasar Oebobo, dan Pasar Oeba.
Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas perdagangan, kenyamanan pengunjung, hingga berpotensi menimbulkan dampak terhadap kesehatan masyarakat apabila tidak segera ditangani.
Menanggapi kondisi tersebut, Anggota DPRD Kota Kupang dari Partai Perindo, Otniel Benyamin Selan, Jumat (24/7/2026), meminta pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kupang untuk segera turun tangan mengatasi persoalan yang terjadi di lapangan.
Menurut Otniel, persoalan sampah yang menumpuk tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena pasar merupakan pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang setiap hari dipadati pedagang maupun pembeli.
“Persoalan sampah ini harus menjadi perhatian serius. Pasar adalah wajah pelayanan publik. Kalau sampah menumpuk, tentu akan mengganggu aktivitas ekonomi sekaligus menciptakan lingkungan yang tidak sehat,” ujarnya.
Armada Sampah Dinilai Belum Maksimal
Otniel menilai salah satu penyebab utama terjadinya penumpukan sampah adalah belum optimalnya pelayanan armada pengangkut sampah. Akibatnya, sampah yang setiap hari dihasilkan para pedagang tidak dapat terangkut sesuai jadwal sehingga terus menumpuk.
Kondisi tersebut terlihat di sejumlah titik dalam area pasar, di mana sampah organik maupun anorganik bercampur dan memenuhi tempat penampungan sementara.
Apabila tidak segera diangkut, tumpukan sampah berpotensi menimbulkan bau tidak sedap, mengundang lalat, hingga menjadi sumber penyebaran penyakit.
Selain itu, kondisi lingkungan pasar yang kotor juga dapat menurunkan minat masyarakat untuk berbelanja sehingga berdampak pada aktivitas ekonomi para pedagang.
Karena itu, ia meminta evaluasi terhadap sistem pengangkutan sampah agar pelayanan kebersihan dapat berjalan lebih efektif, terutama di kawasan pasar yang setiap hari menghasilkan volume sampah cukup besar.
DLHK Diminta Segera Turun Lapangan
Politisi muda yang akrab disapa Benny, juga mendesak Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kupang agar tidak menunggu persoalan semakin besar.
Ia meminta jajaran DLHK segera melakukan pengecekan langsung ke tiga pasar tersebut untuk memastikan penyebab keterlambatan pengangkutan sekaligus mengambil langkah cepat dalam penanganannya.
Menurutnya, kehadiran petugas di lapangan penting agar solusi yang diberikan benar-benar sesuai dengan kondisi yang dihadapi.
“DLHK harus cepat merespons kondisi ini. Jangan sampai sampah terus menumpuk dan akhirnya menimbulkan persoalan baru. Harus segera turun lapangan agar penanganannya bisa dilakukan secepat mungkin,” tegasnya.
Ia berharap pengangkutan sampah dapat dilakukan secara intensif sehingga kondisi pasar kembali bersih dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
Perumda Pasar Diminta Perkuat Koordinasi
Selain DLHK, Benny juga meminta Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Kota Kupang untuk segera membangun koordinasi yang lebih intensif dengan DLHK.
Menurutnya, persoalan kebersihan pasar tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu pihak. Dibutuhkan komunikasi dan kerja sama yang baik agar pengangkutan sampah berlangsung rutin tanpa kendala.
Perumda Pasar sebagai pengelola kawasan pasar dinilai memiliki peran penting dalam memastikan pengelolaan sampah berjalan dengan baik, termasuk menyampaikan laporan apabila terjadi kendala di lapangan.
Ia menegaskan koordinasi yang cepat akan mempercepat proses penanganan sehingga tumpukan sampah dapat segera dibersihkan.
“Perumda Pasar harus segera berkoordinasi dengan DLHK agar sampah yang menumpuk bisa langsung diangkut. Jangan menunggu keluhan masyarakat semakin banyak baru bertindak,” katanya.
Kebersihan Pasar jadi Tanggung Jawab Bersama
Persoalan sampah di Pasar Kasih Naikoten, Pasar Oebobo, dan Pasar Oeba menjadi pengingat pentingnya pengelolaan kebersihan yang berkelanjutan di fasilitas publik.
Selain pemerintah dan pengelola pasar, para pedagang serta masyarakat juga diharapkan ikut menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan serta mengikuti aturan pengelolaan sampah yang berlaku.
Dengan sinergi antara DLHK, Perumda Pasar, pedagang, dan masyarakat, persoalan sampah di pasar diharapkan dapat segera teratasi sehingga aktivitas jual beli kembali berlangsung dalam lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.
Benny berharap pemerintah daerah menjadikan persoalan ini sebagai prioritas pelayanan publik. Menurutnya, kebersihan pasar tidak hanya berkaitan dengan estetika kota, tetapi juga menyangkut kesehatan masyarakat, kenyamanan pengunjung, dan keberlangsungan aktivitas ekonomi para pedagang.
Ia menegaskan bahwa respons cepat dari instansi terkait akan menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam menjaga kebersihan ruang publik yang setiap hari menjadi pusat aktivitas warga Kota Kupang.
Ia menyoroti restribusi yang rutin dibayarkan oleh para pedagang setiap hari namun tidak dibarengi dengan pelayanan persampahan yang baik. Oleh karena itu, Benny meminta agar manajemen Perumda Pasar memperbaiki pelayanan khususnya kebersihan pasar.
“Karena kalau pasar kotor, tentu menurunkan animo masyarakat untuk berbelanja dan akan berdampak pada menurunnya pendapatan pedagang,” ujar Benny.
Selain itu, ia mengusulkan agar Perumda Pasar juga bisa menyiapkan armada dan fasilitas sampah sendiri. Tidak selalu berharap pada DLHK yang juga memiliki kekurangan armada.
“Saya kira Perumda Pasar bisa punya sendiri, sehingga pengangkutan sampah lebih cepat jadi sampah tidak menumpuk berhari-hari di pasar,” ujarnya. (rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan