Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Menurutnya, pelaku usaha domestik masih menahan ekspansi akibat lemahnya permintaan masyarakat, tingginya biaya pendanaan, serta ketidakpastian kondisi ekonomi.
Pemerintah Diminta Perkuat Investasi Padat Karya
Untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tetap stabil, Ibrahim menilai pemerintah perlu menjaga keseimbangan antara agenda hilirisasi dengan pengembangan sektor-sektor yang mampu menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar.
Sektor manufaktur, industri makanan dan minuman, tekstil, elektronik, hingga ekonomi digital dinilai memiliki potensi besar untuk memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat.
Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi, penyederhanaan perizinan, kemudahan berusaha, serta kepastian regulasi juga dinilai penting untuk meningkatkan kualitas investasi di Indonesia.
Proyeksi Rupiah
Berdasarkan perkembangan sentimen global dan domestik, Ibrahim Assuaibi memperkirakan nilai tukar rupiah masih akan bergerak fluktuatif pada perdagangan berikutnya.
Ia memproyeksikan rupiah berpotensi bergerak dalam kisaran Rp17.940 hingga Rp18.000 per dolar AS, dengan kecenderungan masih berada dalam tekanan apabila ketidakpastian global terus berlanjut. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan