Pemerintah membangun 12 ruang kelas baru, sehingga kapasitas sekolah meningkat dan bahkan masih tersedia satu ruang kosong yang dapat dimanfaatkan untuk membuka satu rombongan belajar tambahan apabila jumlah siswa terus bertambah.

Diminati Orang Tua, Jumlah Siswa Terus Bertambah

Martinus menjelaskan bahwa perubahan sistem belajar menjadi satu shift membuat SD Inpres Naimata semakin diminati masyarakat.

Dalam sepekan terakhir, sejumlah orang tua mulai memindahkan anak-anak mereka ke sekolah tersebut karena dinilai lebih sesuai dengan aktivitas keluarga.

“Hari ini kami menerima 539 siswa dan jumlah itu akan terus bertambah. Ini menjadi satu-satunya sekolah di Kecamatan Maulafa yang sudah menerapkan satu shift. Selama satu pekan terakhir sudah ada orang tua yang memindahkan anaknya ke sekolah kami karena mereka terkendala waktu kerja untuk mengantar dan menjemput anak jika sekolah masih menggunakan sistem beberapa shift,” jelasnya.

Fasilitas Toilet Inklusif untuk Siswa Berkebutuhan Khusus

Tidak hanya membangun ruang belajar, Program Revitalisasi Pendidikan juga melengkapi SD Inpres Naimata dengan fasilitas pendukung yang lebih layak.

Sekolah kini memiliki tiga unit gedung toilet yang dapat digunakan oleh siswa maupun guru.