Ia menilai kuda memiliki nilai budaya dan ekonomi yang sangat penting bagi masyarakat Sumba. Karena itu, event seperti ini mampu memberikan dampak positif terhadap sektor peternakan, pariwisata, hingga perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Pacuan kuda bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari pelestarian budaya, penguatan ekonomi masyarakat, dan pembinaan atlet berkuda menuju prestasi yang lebih tinggi,” tegasnya.

Tekankan Sportivitas dan Larangan Minuman Beralkohol

Wakil Bupati juga mengingatkan seluruh peserta agar menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, dan keselamatan selama berlangsungnya perlombaan.

Ia meminta panitia dan dewan juri menjalankan tugas secara profesional, transparan, dan adil demi menjaga kualitas kompetisi.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat menegaskan larangan peredaran maupun konsumsi minuman beralkohol selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung guna menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat.

Diharapkan Dongkrak Pariwisata dan Prestasi Atlet

Pemerintah Kabupaten Sumba Barat turut menyampaikan apresiasi kepada panitia, sponsor, KONI, aparat keamanan, tenaga kesehatan, pemilik kuda, serta seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya Pacuan Kuda Bupati Sumba Barat Cup Se-NTT 2026.