Pelibatan tokoh adat bersama mekanisme penyelesaian sengketa yang telah lama hidup di tengah masyarakat dinilai mampu membangun kembali kepercayaan antarwarga sekaligus memperkuat rekonsiliasi.

Pendekatan tersebut juga diharapkan dapat mencegah munculnya konflik serupa di masa mendatang.

KemenHAM Pastikan Penyelesaian Mengedepankan HAM

Menteri HAM menegaskan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Pemerintah Provinsi NTT, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama, dan elemen masyarakat agar proses penyelesaian konflik berjalan secara damai serta tetap menghormati prinsip-prinsip hak asasi manusia.

Iklan

Selain itu, pemerintah berupaya memastikan seluruh warga terdampak memperoleh rasa aman dan perlindungan selama proses pemulihan pascakonflik berlangsung.

Pigai berharap situasi keamanan di Kecamatan Adonara Timur segera kembali kondusif sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal.

“Pemerintah akan terus mengawal proses penyelesaian konflik agar berlangsung damai, menghormati hak asasi manusia, dan memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat terdampak,” tegasnya. (*/rnc)