Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Kita melihat pohon-pohon yang usianya sudah ratusan tahun. Rumah adat ini tidak dibangun sembarangan; ia berdiri kokoh berkat kehendak Tuhan dan kearifan lokal. Oleh karena itu, kita harus menjaganya dengan baik, termasuk budaya kita sebagai identitas orang Belu,” ujar Tito Karnavian.
Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Belu di bawah kepemimpinan Bupati Willybrodus Lay yang terus berupaya melestarikan kawasan adat tersebut. Tito mendorong agar museum yang telah dibangun di lokasi terus dilengkapi sehingga dapat menjadi pusat edukasi, penelitian sejarah, dan pembelajaran budaya bagi generasi muda.
Filosofi Leluhur Tetap Relevan di Era Modern
Mendagri menegaskan kemajuan teknologi tidak boleh mengikis nilai-nilai luhur yang diwariskan nenek moyang. Menurutnya, salah satu filosofi penting yang harus terus dijaga adalah hubungan harmonis antara manusia dan alam.
“Di tengah kehidupan modern, kita tidak harus berganti total. Kita bisa mempertahankan filosofi masa lalu, salah satunya adalah cinta terhadap alam. Pohon-pohon tegak di sini dijaga dengan baik, menunjukkan bahwa nenek moyang kita dulu sangat menghargai lingkungan. Ini adalah nilai yang sering terlupakan dalam arus modernisasi,” tegasnya.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan