Jakarta, RakyatNTT.ID – Yayasan Uma Nusantara resmi menggelar rangkaian acara kebudayaan bertajuk “Weaving Wonder Jalur Tenun NTT” yang berlangsung di Jakarta mulai 13 hingga 27 Juni 2026.

Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan, melestarikan, sekaligus mendekatkan kekayaan kain tenun Nusa Tenggara Timur (NTT) kepada masyarakat luas, khususnya di ibu kota.

Gelaran tersebut menghadirkan berbagai kegiatan menarik, mulai dari pameran kain-kain tenun khas NTT hingga ruang diskusi budaya yang mengupas nilai filosofis dan sejarah di balik warisan tekstil daerah.

Iklan

Istimewanya, acara ini turut dihadiri Gubernur NTT Melki Laka Lena yang memberikan dukungan penuh terhadap upaya pelestarian budaya sekaligus membawa representasi keindahan Tenun Ende Lio kepada masyarakat Jakarta.

Salah satu agenda yang paling menyita perhatian pengunjung adalah sesi diskusi bertajuk “Kisah Rumah Tradisional dan Lembar-Lembar Kain Adat”.

Diskusi tersebut menghadirkan dua narasumber utama, yakni arsitek kenamaan sekaligus Founder Yayasan Uma Nusantara, Yori Antar, serta Rizali Din Doeana atau yang akrab disapa Ippit Doeana, salah satu inisiator Jalur Tenun Sumba di Yayasan Uma Nusantara.

Dalam pemaparannya, Yori Antar menjelaskan bahwa tenun NTT tidak hanya dipandang sebagai produk kriya atau kebutuhan sandang semata. Menurutnya, kain adat memiliki hubungan yang sangat erat dengan rumah tradisional dan kehidupan masyarakat setempat.