Selama dialog berlangsung, peserta juga diajak memahami bahwa kesiapsiagaan bencana merupakan tanggung jawab bersama. Peran keluarga, masyarakat, pemerintah, perguruan tinggi, organisasi penyandang disabilitas, hingga berbagai pemangku kepentingan dinilai sangat penting dalam menciptakan sistem penanggulangan bencana yang mampu melindungi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan komunitas difabel dalam membangun Kabupaten Rote Ndao yang lebih tangguh menghadapi bencana.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa S2 IKM Undana berharap literasi kebencanaan di kalangan penyandang disabilitas terus meningkat, jejaring kolaborasi semakin kuat, serta kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penanggulangan bencana yang inklusif semakin berkembang. Dengan demikian, setiap warga, tanpa memandang kondisi fisik maupun kemampuan, memiliki kesempatan yang sama untuk bersiap, memperoleh informasi, dan mendapatkan perlindungan saat bencana terjadi. (rnc)